oleh

Kasatpel UPRS Rawa Bebek Melarang Penghuni Membawa Roda Empat

Jakarta, TribunAsia.com – Pengelola rumah susun sewa (rusunawa) mengatakan, unit disewakan kepada masyarakat umum dan melarang penghuni membawa kendaraan roda empat.

Dikatakan, Kepala Satuan Pelaksana Unit Pelayanan Rumah Susun (Kasatpel UPRS) penyewa unit yang berpenghasilan Rp 2-4 juta bisa menyewa unit di Tower yang terdiri dari 16 lantai. Menurut Umamah, saat ini tercatat 133 kepala keluarga (KK) yang tinggal di bangunan Tower dengan jumlah keseluruhannya 225 unit dan harga sewa Rp 765 ribu/bulan.

“Untuk warga umum berpenghasilan Rp 2-4 juta. (Biaya sewa) Rp 765 ribu/bulan diluar listrik. Bila memiliki kendaraan roda empat tidak boleh parkir di luar,” jelas Kasatpel UPRS kepada tribunasia.com , Kamis (7/11/2019).

Diketahui, bangunan yang berdiri megah diantara rumah susun sewa (rusunawa) Rawa Bebek, Pulogebang Jaktim itu, calon penghuni sebelum menempati unit wajib mengisi formulir terlebih dahulu. Lalu, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu ke kantor pajak maupun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Lebih lanjut, diutarkan dia, jika calon penghuni kedapatan memiliki kendaraan roda empat besar kemungkinan akan ditolak.

Baca Juga : Pekerja Bangunan Rusun Rawa Bebek Jaktim Terlantar Belum Terima Gaji

“Bila memiliki (kendaraan roda empat) tidak boleh,” singkat dia

Selain itu, Umamah menyampaikan, rusunawa Rawa Bebek juga memberikan fasilitas tempat tinggal bagi masyarakat dewasa yang belum berkeluarga. Namun, dijelaskan dia, syarat administrasi kependudukan harus dilengkapi dan sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP).

“Kita lihat dia single atau tidak dilihat dari KTP, KK. Diluar warga DKI bisa,” ungkapnya.

Kemudian, dia memaparkan, bagi pria maupun wanita lajang akan dibedakan posisi bangunan Blok yang berada disekitar rusunawa itu dan dikenakan biaya Rp 460 ribu/bulan.

Masih kata dia, pemeriksaan kendaraan dilakukan didepan pintu masuk atau keluar dengan tujuan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Itu terpisah bloknya. Kita ada pemeriksaan STNK dipintu masuk dan keluar,” ujar wanita itu diruang kerjanya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *