oleh

Pemerintah Tertibkan Bangunan Ilegal di Lahan Proyek UIII Kota Depok

Depok, TribunAsia.com – Sejumlah bangunan liar yang berada di kawasan proyek Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di lahan Kemenag,  Cisalak, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat akhirnya diterbitkan Tim Gabungan, Polres Metro, Kodim, dan Pemkot Depok, serta Tim Kemenag.

Pantauan, Kamis (7/11/2019). Penggusuran berjalan lancar sebab Kemenag sudah memberikan dana kerohiman untuk 80 hakta tahap pertama dari 142 haktar keseluruhan lahan  kepada penghuni ilegal ini.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok Lienda Ratnanurdiany mengungkapkan, pada penertiban ini pihaknya melibatkan sebanyak 2.195 personil aparat gabungan yang terdiri dari, Satpol PP, Linmas, Dishub, DLHK, PUPR, Dinkes, Damkar, Kesbangpol sebanyak 795 personil, kemudian TNI 400 personil dan Polri 1000 personil.

Penasihat Hukum Kemenag, Misrad.

“Penertiban itu dilakukan diatas lahan 80 hektar yang masuk dalam tanah milik Kementerian Agama atas sertifikat Hak Pakai. Penertiban pada 20 bnagunna dan sejulah besar lalan yang digarap  yang tidak termasuk lingkup peraturan presiden nomor 62 yaitu yang tidak mendapat santunan,” tegasnya

Kata Lienda, Penertiban ini dilakukan kepada warga yang tidak termasuk dalam Perpres No. 62 tahun 2018.

Sedangkan Penasihat Hukum Kemenag Misrad kata, penertiban untuk pembangunan UIII tahap pertama ini akan dilakukan selama 7 hari berturut-turut sampai 13 November 2019.

“Sudah dilakukan penyelesaian yang baik dengan dana kerohiman yang besar sesuai  dengan harta benda yang dimiliki warga ilegal ini seperti pohon yang produktif dan bangunan warga. Yang tinggal di sini bukan umumnya bukan warga ber-KTP Kota Depok,” ujar Misrad.

Pantauan di lapangan melaporkan, saat penggusuran berlangsung, sejumlah warga yang mengaku sebagai penggarap sempat melakukan protes, namun setelah dijelaskan oleh petugas kepolisian secara pada posisi hukum mareka, mareka pun mengalah bangunannya dirubuhkan. Walau sempat ada dua orang yang meraung-raung meratapi bangunannya.

Sejumlah bangunan yang berdiri di lahan pemerintah ini ada yang permanen dan ada pula yang semi permanen.

Informasi yang dikumpulkan, pembangunan Gedung Kampus UIII Tahap 1 dilakukan selama periode 2018 hingga 2020, yang terbagi dalam tiga paket. Paket pertama mencangkup gedung rektorat, gedung fakultas 1, dan kawasan  tiga pilar negara.

Paket kedua, pembangunan lima unit rumah dosen, asrama mahasiswa, dan renovasi Gedung MEP (exs RRI). Dan, ketiga yaitu pembangunan pagar keliling dan infrastruktur kawasan kampus Tahap I.

Anggaran pembangunan fisik Tahap pertama ini memakai 2 anggaran, yakni tahun 2018 dana dari Badan Anggaran Bendahara Umum Negara (BABUN), dari alokasi anggaran sebesar Rp584 miliar, dengan realisasi hanya Rp110 miliar. Dan untuk tahun 2019 – 2020 memakai dana DIPA Kementerian Agama sebesar Rp507 miliar. (HIRA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *