oleh

Kelurahan Kayu Putih Akui Ada Kesalahan IMB di Bangunan Indekos

Jakarta, TribunAsia.com – Kelurahan Kayu Putih mengakui ada kesalahan dalam izin mendirikan bangunan milik Nila. Parno menjelaskan, kesalahan administrasi itu dikarenakan peruntukan bangunan tidak sesuai.

“Bu Nila itu sebagai pemilik bangunan mengakui ada kesalahan administrasi disitu. Jadi masing-masing mereka sudah sadar posisinya,” kata Sekretaris Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Sabtu (2/11/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Oleh karena itu, yang mestinya IMB untuk tempat tinggal justru akan dibangun rumah indekos hal tersebutkah muncul permasalahan hingga disegel Sudin Citata Jaktim. Dia menyebutkan, pemilik bangunan berencana akan memperbaiki administrasi bangunan indekos dan masalah tetap ditindak lanjuti.

“Bu Nila (pemilik indekos) ingin memperbaiki proses administrasinya terus Pak Hendri menerima tuntutan mereka akan ditindaklanjuti oleh Citata dan Pol PP itu kesimpulannya,” tutur kepada TribunAsia.com, diruang kerjanya.

Atas dasar laporan dari warga diduga pihak terkait lemah dalam proses pengawasan bangunan. Namun demikian, Hendri  Sianturi berharap dalam permasalahan administrasi bangunan menjadi masukan terhadap pihak pemerintah setempat. Karena dalam praktek perizinan bangunan diarea Kayu Putih kurang terkontrol.

“Kalau tadi (Jum’at petang) diceritakan oleh pemohon digambarkan oleh Ibu Nila setelah aduan itu sebetulnya dia sudah mengurus perizinan yang isinya untuk rumah tinggal, ternyata pada prakteknya warga mengindikasikan tidak untuk rumah tinggal,” ujar pria berkacamata.

Sebelumnya, pemilik bangunan dan warga selaku pelapor sempat diundang ke kantor Kelurahan Kayu Putih untuk membahas hal itu. Dalam kesempatan media tersebut, dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Pulo Gadung, Lurah Kayu Putih dan Satpol PP.

Baca Juga : Kisruh Bangunan Disegel Warga Minta Ketegasan Aparat Kelurahan dan Sudin Citata

Namun sayangnya Lurah Kayu Putih, Artika Ristiana enggan menemui wartawan untuk dimintai keterangan perihal mediasi setelah mendiskusikan masalah itu baik pemilik bangunan maupun warga selaku pelapor.

Warga RT 08 RW 10 mengatakan, dengan terjadinya pelanggaran administrasi mendirikan bangunan itu, mendatang birokrasi di Kelurahan Kayu Putih dapat berubah lebih baik lagi. Kata dia tanpa laporan tersebut, pihak Kelurahan Kayu Putih tidak mengetahuinya dan lemahnya kontrol Lurah ke lapangan.

“Karena saya pribadi kepengen bahwa adanya perubahan birokrasi mulai dari temen-temen di Lurah. Itu mereka nggak mau tau kok, sebelum pemilik ini mendekati kelurahan itu lurah nggak ada yang mau tahu,” keluh dia. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *