oleh

Sopir Jasa Pengantar Jadi Terdakwa Keterlibatan Sabu-Sabu 5 Kilogram

Jakarta, TribunAsia.com – Sopir jasa pengantar mobil tujuan Jakarta-Bandung jadi Terdakwa perkara narkotika jenis sabu-sabu. Majelis Hakim PN Jaktim menilai saksi-saksi sekaligus Terdakwa memberikan keterangan yang berbelit-belit.

“Saudara kan pernah diperiksa di Polda Metro Jaya siapa yang menyuruh kamu. Saudara kenal Hasbi dimana. Kamu berbelit-belit, berat tuntutan kamu jangan coba-coba,” tegas Khadwanto, SH dihadapan para terdakwa, Selasa (29/10/2019).

Lebih lanjut, dia menambahkan, dua dari lima orang Terdakwa dijadikan saksi dalam pidana khusus nomor perkara 845 itu diantaranya Renol dan Kogi. Selama perjalanan dari Bandar Lampung ke Jakarta sempat dipertanyakan oleh Majelis Hakim.

“Dari Bandar Lampung ke Jakarta kamu naik mobil apa,” kata majelis hakim.

“(Honda) Odyssey,” singkat Terdakwa.

JPU pun mengatakan, pada bulan Februari 2019 sabu-sabu berada didalam tas saat berada di Jalan Sukajadi, Dumai. Maka dari itu, Handri Dwi Z, SH mempertanyakan kebenaran barang haram tersebut kepada saksi-saksi juga bagian dari Terdakwa.

“February 2019 saya dihubungi oleh Mr Presiden sabu didalam tas dijalan Sukajadi Dumai. Benar nggak itu bang,” tanya JPU kepada terdakwa.

Dalam perkara narkotika itu, Majelis Hakim yang dipimpin Tirolan Nainggolan, SH dengan didampingi Hakim anggota Khadwanto, SH dan Siti Dzamzanah, SH MH.

Karena keterangan Terdakwa dianggap berbelit-belit dalam persidangan Majelis Hakim kontan naik pitam dan meminta kepada penutut umum untuk mencatat.

“Catat ini Pak Jaksa keterangannya berbelit-belit ini kasian penyidiknya,” sebut Khadwanto.

Perlu diketahui, kelima Terdakwa antara lain Kogi, Rudi, Tedi, Rido dan Renol hadir dalam persidangan. Tetapi dua orang lainnya dalam sesi itu menjadi saksi perihal peran mereka dalam keterlibatan sabu-sabu diperkirakan mencapai 5 kilogram.

Sementara, Kuasa Hukum salah satu dari lima Terdakwa menyampaikan, Kogi Eriano Bin Eliful saat itu hanya mengantar mobil dari Jakarta menuju Bandung, Jawa Barat.

Masih kata Valdano Islami, SH kliennya ditangkap saat berada di Hotel Aston Braga Bandung Jawa Barat oleh polisi dan kliennya tidak mengetahui dikendaraan itu terdapat sabu-sabu.

“Kalau yang Kogi dari Jakarta ke Palembang tujuan nganter mobil aja. Lalu dari Palembang ke Jakarta naik mobil sesampai Jakarta lanjut ke Bandung ditangkap di Hotel Aston Braga Bandung,” terang dia.

Sambung dia, ” Pada intinya, Kogi nggak tahu ada barang atau tidak (sabu-sabu). Peran diantar hanya disuruh antar mobil aja dia intinya ditangkep di Hotel Aston,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama juga diungkapkan oleh Ainul Yaqin, SH didalam mobil Odyssey tidak diketemukan barang bukti berupa sabu-sabu akan tetapi hanya sebatas handphone. Menurut tim Kuasa Hukum, Kogi Eriano hanya sebatas sebagai jasa pengantar mobil dari Palembang ke Jakarta.

“Diberita acara perkara hanya kira-kira 5 kilogram. Dimobil Odyssey nggak ada barang bukti yg disita hanya sebatas HP. Kalau uang yang dijanjikan itu adalah jasa membawa mobil dari Palembang ke Jakarta,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *