oleh

Humas PT JIEP Belum Pastikan Status Mayat Karyawan Kawasan Industri

Jakarta, TribunAsia.com – Galih selaku Humas PT JIEP mengatakan, hingga kini pihaknya masih menghimpun informasi dari berbagai sumber atas keterkaitan mayat yang tergeletak di lingkungan kawasan industri.

Hingga saat ini, Persero Terbatas Jakarta Industrial Estate Pulo Gadung (PT JIEP) belum bisa memastikan status mayat tersebut karyawan atau warga setempat.

“Saat ini saya masih koordinasi karena saat ini saya masih mendapat informasi yang simpang siur karyawan atau warga sekitar. Karena kita nggak pengen menjustifikasi karyawan mana dan warga mana,” ungkap Galih kepada TribunAsia.com, Kamis (24/10/2019).

Perlu diketahui, mayat dengan kondisi mulut berbusa ditemukan warga setempat pada Rabu pagi (23/10) disekitar kawasan industri dan diperkirakan merupakan bagian dari karyawan konveksi.

Namun demikian, dia menambahkan hingga Kamis ini PT JIEP berupaya mencari informasi baik dari pihak kepolisian maupun dari sumber di internal dalam kawasan industri. Kata Galih, jika pihaknya memperoleh informasi yang terverifikasi maka dia berjanji akan memberikan keterangan lengkap.

“Ada yang bilang ini karyawan di PT. Saat ini juga saya mencari informasi ke pihak kepolisian kapospolnya. Ini juga masih diidentifikasi, nanti kalau aku dapat informasi dari sumber yang terverifikasi aku infoin,” kata dia.

Lebih lanjut, menurut dia, PT JIEP melalui pengamanan internal tiap waktu melakukan observasi dengan melakukan patroli berkala diatas tanah seluas 500 hektare. Kematian pria tersebut dinilai tidak wajar, kata Galih karena bukan disebabkan sakit.

“Kalau dari kita ini kita menjaga 500 hektar tanah di Kawasan Industri Pulogadung yang diamanati oleh negara. Kita kita sudah melakukan tindakan preventif, yang patroli malam securiti. Oh iya terkait penemuan mayat kalau melihat ini meninggal tidak wajar bukan karena sakit ditemukan,” terangnya.

Dikatakan kembali oleh Humas PT JIEP, sekuriti yang bertugas di area kawasan industri hanya melaksanakan tugas patroli disekitar gedung-gedung perkantoran dan tenan. Untuk jalur patroli itu sendiri, dia menyampaikan sekuriti internal hanya melintas jalan yang dilalui mobil patroli tidak menembus jalur tikus.

“Securiti kita hampir tiap malam sekitar selalu keliling kawasan.Tetapi kawasan-kawasan yang kita lalui patroli ini jalan-jalan besar. Kita tidak masuk ke jalan-jalan tikus yang tidak terjamah orang. Mungkin saja pada saat kejadian itu patroli kita sudah melewati, kelokasi yang sudah tewasnya orang ini,” sambung dia. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *