oleh

Oriq Jaya Indonesia Selenggarakan Latber Burung Kicau di Pulogebang

Jakarta, TribunAsia.com – Oriq Jaya Indonesia (OJI) selenggarakan latihan bersama atau biasa disebut latber dikalangan penghobi burung berkicau. Koordinator OJI DPC Jaktim, Pendi Van Irawan menjelaskan latber menampilkan berbagai jenis burung ocehan. Menurut dia, saat ini burung kicau jenis Lovebird lebih digemari oleh kalangan pencinta burung ocehan.

“Biasanya ditampilkan burung ocehan itu semua burung ocehan saat ini agak sedikit menurun. Kebanyakan burung lovebird begitu. Kalau hari Sabtu kebanyakan burung ocehannya lumayan, burung ocehan itu kan kayak burung cucak ijo, murai batu dan kacer. Memang yang dominan disini untuk tiga jenis burung itu,” terang Pendi kepada TribunAsia.com saat ditemui dilokasi Jalan Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (12/10/2019).

Kata koordinator lapangan (Korlap) itu, lakberan tersebut dimaksudkan untuk menguji berbagai jenis burung, baik burung pemula ataupun burung kicau yang lama tidak ditampilkan diatas gantangan.

“Karena, inikan lakberan bukan lakberan biasa katakan lovebird itu latihan bernilai. Jadi untuk menguji burung-burung itu atau melatih-lah untuk melatih burung burung pemula atau burung-burung yang habis mabung (proses pergantian bulu burung),” ungkapnya.

Namun, dia mengatakan, lakberan diikuti berbagai peserta dengan proses awal membayar biaya registrasi yang terdapat dilokasi itu. Adapun lakberan dimaksudkan dia, tak lain untuk melatih mental burung dan jika memiliki kualitas yang baik tentunya dapat ditampilkan ke event-event kelas tinggi.

“Itu untuk menuju ke event-event besar. Kalau memang mereka itu dari latberan sering juara baru mereka berani ke lomba besar begitu, untuk di Pulogebang ini kita hari Selasa hari Kamis dan Sabtu,” tutur dia.

Seiring tuntutan standarisasi, penilaian yang diberikan oleh juri dan poin terhadap burung peserta yang digantangkan itu akan diberikan bendera dengan warna yang berbeda sesuai dengan irama variasi bunyi burung tersebut. Kata Pendi, dalam tiap latber disetiap EO memiliki perbedaan penilaian khusus di Pulogebang sendiri, khusus Lovebird penilaian disesuaikan dengan tarikan kerapatan suara dan memiliki nilai mulai dari 101-103.

“Karena ini kita sudah tuntutan pasar, kita menggunakan bendera kecil kalau dari 6 juri itu ada 6 bendera merah, kuning, hijau, dan biru, item sama ungu. Sekarang berdasarkan poin berdasarkan eo beda2. Kita pakai untuk babby Lovebird tarikan sprin rapat jadi 101, 102, 103 dan seterusnya awal hitungan dari penilaiannya,” tandasnya.

Akan tetapi, untuk poin-poin tersebut sesuai dengan warna bendera yang dimiliki seorang juri dia memaparkan bendera berwarna putih memiliki nilai 5, hijau bernilai 15, biru bernilai 40 dan untuk nilai tertinggi terdapat pada bendera berwarna merah.

“Kalau yang ocehan itu sama ya 37, 37,5 kontrol kedua irama lagu nah 38 itu harus harus benar-benar ke kriteria-kriteria itu irama lagu, kerja, pisik Dan kalau kita dilovebird 6 menit untuk penilai klo kita penilaian butuh waktu 12 menit kalau diocehan 15 menit,” ujarnya.

Lebih lanjut, Oriq Jaya Indonesia (OJI) berpusat di Bandung, Jawa Barat dan untuk di Jakarta Timur hanya terbentuk DPC. Untuk pendaftaran itu sendiri, penghobi kicau akan dikenakan biaya sesuai dengan jenis burung yang hendak digantangkan.

“Kenapa itu harus daftar karena begini, buat bikin gantangan saja perlu modal dan kita juga untuk menggaji katakan personil juri terus ada panitia. Kalau kita dari orix jaya Indonesia Oji Pusatnya di Bandung. Kalau DPW nya belum ada kita Dewan Pimpinan Cabang, kalau di Jawa Barat itu dibagi dua DPD dan DPW Jabar 1 dan Jabar 2,” imbuhnya.

“Sebenarnya kepuasan penghobi itu kalau burungnya juara juga penghobi yang lama burungnya vakum pria asal jalan asal bunyi saja sudah senang kita miara dari A sampai Z kalau hobi itu tidak bisa diukur pakai uang,” urai Pendi.

Sementara, Rion peserta yang mengikuti pendaftaran itu dia harus merogoh kocek senilai Rp 25 ribu hingga 30 ribu demi menyaksikan ocehan burung piaraannya. Dia bersama rekan-rekannya datang kelokasi tersebut sekitar pukul pukul 15.00 WIB dengan membawa 6 ekor burung jenis Lovebird.

“Mulai dari jam dua-an (14.00 WIB) datang dari (waktu) Ashar. Lovebird 3 pasang bawa untulan untuk meredam bunyinya. Ada yang single. Tiket 30 ribu sama 25 ribu latber (latihan bersama),” sebutnya.

Pria yang tinggal di Bintara, Bekas Barat dalam kesempatan Sabtu petang mengatakan dia menurunkan burung Lovebird kesayangannya berwarna pastel ijo (pasjo) dan pastel violet (pasvio) dengan usia diperkirakan 2-3 bulan atau disebut kelas paud.

“Hari ini yang diturunin (pasjo) pastel ijo dan (pasvio) pastel violet usia 2,5-3 bulan,” kata dia lagi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *