oleh

Menteri Yohana Menamatkan 48 Wisudawati Angkatan Pertama di Sekolah Perempuan Waropen Papua

Jakarta, TribunAsia.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyaksikan 48 wisudawati dari Sekolah Perempuan Waropen yang berdiri sejak 1,5 tahun lalu. Sebelumnya, kata Yohana dia sempat menghadiri peresmian sekolah tersebut bersama tokoh masyarakat dan pemerintah daerah di Provinsi Papua pada tahun 2017 lalu.

“Saya sangat bangga, pada hari ini bisa menamatkan 48 wisudawati dari Sekolah Perempuan Waropen yang sudah berjalan kurang lebih 1,5 tahun. Pada Desember 2017 lalu, saya bersama tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah serta disaksikan masyarakat Waropen meresmikan Sekolah Perempuan Waropen sebagai tanda dimulainya pusat pemberdayaan perempuan dipedesaan,” ujar Menteri Yohana dalam kegiatan Wisuda Anggota Sekolah Perempuan Waropen Angkatan I, di Kabupaten Waropen Provinsi Papua, Jum’at (11/10/2019).

Perempuan merupakan bagian dari SDM yang menjadi tumpuan sebagai pelaksana pembangunan dengan tujuan mensejahterakan masyarakat. Namun dalam banyak aspek perempuan masih tertinggal, sehingga potensi mereka sebagai pelaksana pembangunan tidak maksimal. Di sisi lain, perempuan juga mengalami banyak masalah karena kedudukannya dianggap rendah, mengalami kekerasan, tingkat kualitas hidupnya rendah, dan terpinggirkan. Padahal mereka mempunyai potensi dalam dirinya untuk dapat lebih jauh meningkatkan kemampuan mensejahterakan keluarga dan masyarakat.

“Berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan perempuan harus terus dikembangkan salah satunya melalui pemberdayaan di Sekolah Perempuan ini. Semoga ini menjadi titik awal kebangkitan masyarakat di pedesaan khususnya perempuan di Kabupaten Waropen, untuk meningkatkan kapasitasnya yang berdampak positif terhadap kemajuan dan kesejahteraan keluarga dan masyarakat Kabupaten Waropen,” tambah Menteri Yohana.

Wakil Bupati Kabupaten Waropen, Hendrik Wonatorey mengatakan akan terus mendukung pengarusutamaan gender yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

“Guna mendorong percepatan pelaksanaan pengarusutamaan gender perlu adanya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Salah satunya terwujud melalui kebijakan Sekolah Perempuan ini. Semoga ini dapat terus berlanjut agar pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi dalam rangka membantu peningkatan perekonomian keluarga,” tandas Hendrik.

“Wisuda anggota Sekolah Perempuan Waropen menjadi sebuah sejarah yang tidak akan terlupakan. Terima kasih kepada Ibu Menteri yang sudah mewujudkan Sekolah Perempuan ini. Saya berharap ini akan menjadi terobosan pemerintah di daerah lain se-Indonesia sebagai wadah untuk membantu mengenali kemampuan dan menggali potensi perempuan. Kami tentunya akn terus mendukung apapun yang berdampak baik bagi masyarakat, terlebih jika nantinya perempuan dapat membuka lapangan pekerjaan,” tambah Hendrik.

Sementara itu, salah satu wisudawati Sekolah Perempuan Waropen, Helmi Japa menyampaikan rasa bangga dan terima kasih bisa menjadi bagian dari Sekolah Perempuan Waropen dan berkesempatan di wisuda langsung oleh Menteri Yohana.

“Banyak hal positif yang kami dapatkan di Sekolah Perempuan Waropen, mulai dari ilmu pengetahuan, kesetaraan gender, keterampilan, tata cara kita bicara, kehidupan sosial masyarakat, ekonomi masyarakat, pemerintahan desa, budaya, dan keterampilan. Hasil keterampilannya bisak ami jual untuk menambah pengahasilan keluarga. Saya sendiri juga merasa bersyukur kami orang di Waropen bisa mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah,” ungkap Helmi.

Kedepannya, Menteri Yohana berharap agar Sekolah Perempuan dapat diadopsi pemerintah daerah lainnya di Indonesia sebagai salah satu model pemberdayaan perempuan di kalangan akar rumput melalui proses pembelajaran, pendidikan dan keterampilan. Selain itu juga untuk mengembangkan kepemimpinan perempuan agar memiliki kepercayaan diri, kepedulian, solidaritas, kecakapan hidup, dan berkomitmen menjadi pelaku perubahan sosial di desa untuk mempercepat pembangunan di perdesaan. Dengan kata lain sekolah perempuan menjadi bentuk konkrit pemberdayaan perempuan dipedesaan.

Pada kesempatan yang sama Menteri Yohana juga berkesempatan mengukuhkan 5 pengurus Forum Anak Kabupaten Waropen yang beranggotakan 105 anak. Pengukuhan ini menjadi sebuah awal yang baik bagi masa depan anak-anak di Waropen. Forum Anak merupakan wadah yang dibentuk oleh Kemen PPPA agar dapat menjembatani penyampaian aspirasi anak pada pemerintah guna meningkatkan partisiapasi anak dalam rencana pembangunan nasional. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *