oleh

Awas, Jangan Masuk Jebakan Predatory Jurnal

Bogor, TribunAsia.com – Aturan terbaru Menristekdikti yang mengharuskan semua mahasiswa khususnya mahasiswa Pascasarjana untuk melakukan publikasi artikel di jurnal resmi merupakan lampu hijau bagi perkembangan akademik di Indonesia, akan tetapi lazimnya sebuah kebijakan, keputusan tersebut justru disalahgunakan kelompok tertentu guna meraup keuntungan.

Akademisi SGPP Indonesia, Novia Budianto, menekankan kelompok yang mengambil untung dari aturan tersebut bermain di wilayah publikasi jurnal, jurnal yang mereka piblikasikan lazim disebut Predatory Jurnal.

“Predatory Jurnal sangat merugikan dunia akademik, disana orang seenak hati menerbitkan artikel tanpa verivikasi yang memadai,” jelasnya, Kamis (10/1 0).

Ia menyarankan agar para mahasiswa menghindari publikasi tulisan di jurnal yang dikategorikan Predatory Jurnal

“Jangan sampai mahasiswa terjebak, hanya karena ingin cepat selesai akhirnya mempublikasikan tulisan di sana, kalau demikian kualitas tulisannya sudah pasti tidak teuji secara ilmiah,” sambungnya.

Ada beberapa ciri mendasar dari Predatory Jurnal yang gampang dikenali.

“Pertama lihat rentang waktu antara pengiriman naskah dan penerbitan, kalau terangnya hanya tiga bulan kebawah sudah pasti itu pradetory jurnal, kedua kalau Anda dimintai uang dalam jumlah besar maka itu juga pasti Predatory Jurnal,” imbuhnya. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *