oleh

‘Bak Sampah’ Sumber Air Penuh, Aliran PDAM Depok Terganggu Pagi Tadi

Depok, TribunAsia.com – Pagi tadi, Rabu (9/10), penyaluran air PDAM Tirta Asasta mati sehingga mengganggu kepentingan warga pelangganya. Heni (50) seorang warga Perumahan Perumnas Depok II Tengah mengeluh ketika air konsumsi keperluan keluarganya untuk mandi pagi dan keperluan rumah tangga lainnya tidak ada.

Sumber air olahan PDAM Tirta Asasta berasal dari Sungai Ciliwung yang memang biasanya sudah penuhi  barang-barang sampah rumah tangga organik dan anorganik. Hal ini, mengakibatkan Sungai Ciliwung seperti ‘bak sampah raksasa’.

“Waduhh… air pam mati. Mana gak sempat nampung air yang banyak tadi. Napa air pam mati, ya?” ujarnya kepada TribunAsia, Rabu (9/10/2019).

Dikonfirmasi kepada Kepala Humas Tirta Asasta Imas Dyah Pitaloka, sebutnya, terhentikan pasokan air ini diakibatkan banyaknya sampah bawaan dari aliran Sungai Ciliwung yang mengakibatkan terganggunya pompa penarikan air. Sampah masuk ke Intake.

“Tadi malam sekitar pukul 22.30 WIB kan hujan. Sehingga banyak sampah yang hanyut dibawa aliran Ciliwung. Banyak sampah masuk ke intake PDAM,” ujar Imas Dyah Pitaloka.

Pantauan pagi tadi di Sungai Ciliwung dari Jembatan Panus di Jalan Siliwangi, volume air di Sungai Ciliwung meninggi dan berwarna kuning keruh. Hal ini berbeda dari biasanya di musim kemari yang debit airnya sedikit sampai terlihat bebatuan di dasar sungai.

Sungai Ciliwung ini berhulu di pegunungan puncak wilayah Kabupaten Bogor, mengular melintasi Kota Depok, DKI Jakarta hingga mengilir di Laut Teluk Jakarta.

Hari-hari sungai ini laiknya bak sampah raksasa yang menampung pelbagai jenis barang bekas pakai manusia mulai dari lemari, tempat tidur, sampah dapur, tinja, sampai sampah lainnya.

Ketika debit air Sungai Ciliwung banyak akibat hujan maka sampah yang ada dalam jutaan kubik akan terhanyut. Saat ini, volume air Sungai Ciliwung akan banyak jika di musim hujan saja. Ketika musim kemarau volume airnya ‘cetek’ karena sumber mata air di tepi sungai nyaris hilang akibat hutan atau pepohonan di tepi sungai nyaris punah. (HIRA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *