oleh

BNNK Jaktim Jadi Saksi Kronologi Penangkapan Sabu-Sabu di Cipinang

Jakarta, TribunAsia.com – Badan Nasional Narkotika Kota Jakarta Timur menjadi saksi kronologi penangkapan kristal bening di Cipinang. Zul dan Rolas dari BNNK Jaktim mengatakan dalam persidangan, Terdakwa diamankan ketika hendak menumpang sepeda motor.

“Dia naik motor bertiga, BB ada sama dia (Solaiman),” kata saksi, Kamis (3/9/2019).

Menurut Zul, penangkapan terjadi di Jalan Cipinang Empang, Pulo Gadung Jakarta Timur. Solaiman ditangkap petugas BNNK Jaktim dikarenakan kerap mengkonsumsi metamfetamina.

Barang bukti tersebut sempat disaksikan bersama baik dihadapan Majelis Hakim PN Jaktim, JPU dan Terdakwa. Namun demikian, paket sabu-sabu itu terdiri dari 3 bungkus plastik bening dengan berat 0,0079 serta 0,0595 dan 0,0670 gram.

Kata saksi, rencananya Solaiman hendak menggunakan sabu-sabu tersebut dengan teman-temannya secara bersama. Dan diutarakan kembali, Solaiman mengkonsumsi narkotika golongan satu tanpa memiliki ijin resmi.

“Dipakai bersama-sama,” singkat saksi.

Kala itu, perkara narkotika ditangani oleh Donal Dwi Siswanto, SH oleh penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Sementara, Gede Ariawan SH MH selaku Ketua Majelis Hakim yang memimpin sidang pun mempertanyakan ijin terkait Terdakwa yang ditangkap BNNK atas kepemilikan sabu-sabu.

“Ada ijinnya dia membawa itu, dia bukan petugas kesehatan atau peneliti ya ,” ujar Gede.

Solaiman dalam kesempatan itu, dirinya mengakui atas kepemilikan sabu-sabu yang mana diantara barang bukti tersebut dibeli dengan harga Rp 600 ribu. Masih dalam keterangan persidangan, Terdakwa pun sempat melalui tahap pemeriksaan urine oleh petugas BNNK Jaktim.

Gede menambahkan, dihadapan Terdakwa pengguna narkotika jenis sabu-sabu selain dihukum penjara dan akan berdampak bagi kesehatan.

“Kalau ketangkep masuk penjara kalau tidak akan blank otak belakang kamu,” tegas dia. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *