oleh

Karyawan Nitrogen SPBU Pondok Kopi Terkena Bacokan Celurit

Jakarta, TribunAsia.com – Menurut Agus, kejadian pembacokan itu ketika Fahrul Fauzi bekerja pada shift dua dikonter nitrogen tempat pengisian angin khusus motor dan mobil yang terdapat area SPBU Pondok Kopi, Jakarta Timur. Korban yang dibacok dibagian paha mendapat perawatan di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.

“Dibacok tiga kali dia (Fahrul) ngelebar (luka berdarah). Kejadian masih jam kerja Jum’at malam. Kalau mau tanya ke yang bersangkutan (korban) aja di RS Islam, dia dibacok kena paha katanya kena celurit,” kata Agus

Sementara, Security SPBU Pondok Kopi sarankan temui langsung rekan kerja korban pembacokan di konter nitrogen. Secara singkat, petugas keamanan itu tidak mengetahui pasti kejadian pembacokan tersebut dengan alasan berbeda shift.

“Kesana aja, saya nggak tahu karena beda shift waktu itu. Ketemannya aja ke nitrogen,” singkat dia di Pos Security SPBU.

Baca Juga : Korban Pembacokan di SPBU Pondok Kopi Dirawat di RS Islam

Masih kata Agus, dirinya baru bisa menjenguk kerabatnya di RS Islam Pondok Kopi di ruang An-Nas kamar 206. Fahrul menjadi korban pembacokan dikarenakan menolong rekannya dan dia menjadi sasaran pelaku. Saat terjadinya pembacokan, dikatakan dia, korban sempat ditolong oleh office boy (OB) SPBU lalu dilarikan ke rumah sakit.

Sayangnya, dia tidak bisa merinci penyebab kejadian pembacokan pada rekan kerjanya di tempat pelayanan pengisian angin khusus motor dan mobil. Namun, pelaku pembacokan itu sendiri dia tidak mengetahui secara pasti karena posisinya telah pulang dari lokasi kerjannya tersebut.

“Jadi dia jadi korban, yang nolongin juga OB (office boy) SPBU. Saya baru dapat kabar tadi saya langsung besuk rumah sakit Islam Pondok Kopi ruang Anas 2 kamar 206,” tutur dia lagi.

Akan tetapi, rekan korban mengatakan saat kejadian dirinya tidak mengetahui karena dia masuk shift satu. Agus menambahkan, Fahrul Fauzi dibacok sebanyak tiga kali dan dia menepis bukan masalah perampokan maupun pembegalan. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *