oleh

Syamsuddin Alimsyah Tanamkan Nilai Integritas kepada Peserta Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif

Cianjur, TribunAsia.com – Bawaslu Jawa Barat sedang melangsungkan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif, kegiatan ini dilaksanakn 23-29 September 2019 di Wisma Pendawa Kemensos RI, Cianjur Jawa Barat. Tujuannya untuk mengkonsomelahikan relawan demokrasi agar berperan sebagai pelopor utama dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas kedepannya.

Syamsuddin Alimsyah selaku peneliti senior KOPEL Indonesia, menjadi salah satu Narasumber dalam kegiatan hari ketiga, Rabu (25/9). Pada kesempatan tersebut Syam, sapaan akrab Syamsuddin Alimsyah, menekankan pentingnya penanaman nilai Integritas kepada para peserta sekolah kader pengawasan partisipatif.

‘Nilai-nilai integriti dan moraliti adalah hal yang utama ditanamkan dalam diri ketika kita ingin menjadikan demokrasi serta pemilu kedepannya lebih baik. Kita semua sepakat bahwa Pemilu kemarin tentu menyisakan banyak persoalan yang kompleks, sehingga kita bisa menarik kesimpulan akan lemahnya pengawasan partisipatif yg sudah kita lakukan. Maka dari itu hari ini kita datang kesini berkumpul untuk memperbaiki hal itu semua,” Tegasnya disambut gemuruh tepuk tangan peserta.

Syam memandang Integritas merupakan sesuatu yang sangat penting, namun juga mengandung resiko, banyak hambatan yang akan dihadapi, terlepas dari hal itu Integritas wajib ditanamkan dalam diri manusia.

“Pekerjaan ini tentu sangat beresiko, terlebih melihat fakta lapangan akan semakin minimnya moralitas pejabat negara, dan siapa pejabat itu? Tentu itu semua adalah hasil dari Pemilu,” ungkap Syam.

Belum lagi sifat pragmatis dari masyarakat soal Pemilu, bahkan ada yang apatis dan memandang Pemilu sebagai hal yang tidak bermanfaat sama sekali, menurutnya tidak perlu ambil pusing bila seseorang dianggap terlampau idealis hanya karena mempertahankan integritas.

Syam berharap kegiatan sekolah kader pengawasan partisipatif mamiliki implikasi positif terhadap solidnya pengawasan Pemilu.

“Jadi, kita semua berharap usai kegiatan ini pengawasan partisipatif untuk Pemilu yang lebih baik bisa lebih solid, sehingga mata rantai kejahatan demokrasi melalui Pemilu bisa diputus, minimal kita minimalisir dengan gerakan-gerakan kita nantinya,” jelas Syam.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Jawa Barat selaku penyelenggara kegiatan.

“Saya mengapresiasi Bawaslu yang cerdas dengan program sekolah kadernya. Ini adalah bagian dari desain jangka panjang guna mempersiapkan pentolan-pentolan pengawas Pemilu. Kalian nantinya akan jadi da’i Pemilu. Kalian adalah kader pejuang demokrasi. Kader yang akan mengikrarkan diri semaksimal mungkin guna mengawasi setiap pemilu agar melahirkan pemimpin yang berintegritas. Bukan pemimpin yang culas mengandalkan isi tas,” terangnya.

Syam yang juga pendiri Kampoeng Demokrasi di Bogor banyak berbagi tips kepada peserta bagaimana orang-orang yang bergerak dalam bidang advokasi harus banyak berjejaring keluar. Tentu tetap perlu prasyarat kapasitas dan integritas.

“Teman-teman harus siap menghadapi situasi di lapangan yang cukup beragam. Di sisi lain sebagian masyarakat masih pragmatis, persoalan tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi. Saya selama ini punya prinsip menjawab tantangan tersebut dengan karya, dengan demikian kepercayaan akan tumbuh,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *