oleh

Pria Berbatik Mengaku Anak Buah Aguan Beberkan Batas-Batas Tanah di Rawamangun

Jakarta, TribunAsia.com – Pria berbatik hijau berikan kesaksian kepemilikan tanah di sebelah SPBU Rawamangun Jakarta Timur. Menurut Wawan, saat memberikan keterangan dalam perkara pemalsuan sertifikat disisi selatan milik Ghofur dan bersinggungan dengan dr. Suherman.

“Sebelah selatan dari Bapak Ghofur tanah Pak Herman karena bersinggungan, bersisian, berbatasan,” ujar saksi di PN Jaktim, Jum’at (20/9/2019).

Dari Girik nomor 148 terdapat 5 sertifikat tanah yang diklaim oleh berbagai pihak antara lain Suherman dan Mini Rusmini dibilangan Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Sebelumnya, kata saksi beberapa tahun lalu tanah tersebut kosong dan belum ada bangunan.

“Waktu itu masih kosong (tanah) dibelakang pom bensin. Alas hak Umar Husein sama Rohanah. Kalau tanah dr. Suherman itu masih kosong belum ada RT/RW diseberang. Klo giriknya saya nggak tahu,” jelas dia.

Ia menambahkan, dari sejumlah sertifikat tanah itu milik seseorang yang bernama Sutan Bangsa. Kemudian, saksi pun mengaku dirinya kala itu menjadi anak buah Aguan. Kata Wawan, sekitar tahun 1990 lokasi tanah kosong itu sempat dipergunakan dia untuk pangkalan truk.

“Dari 5 sertifikat itu milik Pak Sutan Bangsa. Saya bekas anak buahnya Aguan tahun 1990 saya punya pangkalan truk,” imbuh saksi.

Akan tetapi, Majelis Hakim PN Jaktim meminta kepada saksi menjelaskan perihal batas-batas tanah dibilangan Rawamangun itu. Terlebih, Alex Adam Faisal SH dengan didampingi M Sirad, SH MH dan Muarif SH mengatakan tanah 9828 M2 itu sempat diperdatakan.

“Jadi Bapak bisa menggambarkan tidak Pak. Total tanah Mini Rusmini itu berapa Pak, Mini Rusmini itu anaknya Miun ya,” tanya Hakim.

Lebih lanjut, dikatakan Hakim “Pak pernah tau nggak perkara ini ada masalah diperdata dan PTUN dan Bapak tau nggak siapa yang menang itu ?, Siapa yang dimenangi,” sebut Alex.

Tidak berhenti pada perkara kepemilikan itu, dan kini Raden Yakub selaku Lurah Utan Kayu Selatan terseret menjadi Tersangka.

“Selain itu ada juga pidananya, yang melibatkan aparat Lurah Yakub Bapak tau,” tandasnya.

Selain itu, JPU Kejaksaan Negeri Jakarta Timur mengatakan terkait tumpang tindih tanah ahli waris dan dr. Suherman. Lantas, dia pun meminta penjelasan dari saksi melalui gambar denah lokasi tanah tersebut.

“Saudara saksi Pak Suherman itu tumpang tindih atas tanah terdakwa dan ahli warisnya ada berapa,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *