oleh

Mutiara Jum’at

TribunAsia.com 

Oleh : Eggie Sudjana

Allah Subhannahu Wa Ta Ala berfirman :

مَنْ كَا نَ يُرِيْدُ الْعِزَّةَ فَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ جَمِيْعًا ۗ اِلَيْهِ يَصْعَدُ الْـكَلِمُ الطَّيِّبُ وَا لْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهٗ ۗ وَ الَّذِيْنَ يَمْكُرُوْنَ السَّيِّاٰتِ لَهُمْ عَذَا بٌ شَدِيْدٌ ۗ وَمَكْرُ اُولٰٓئِكَ هُوَ يَبُوْرُ

“Barang siapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.”

(QS. Fatir 35: Ayat 10).

 

وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ ۚ لَا يُقْضٰى عَلَيْهِمْ فَيَمُوْتُوْا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِّنْ عَذَا بِهَا  ۗ كَذٰلِكَ نَـجْزِيْ كُلَّ كَفُوْرٍ ۚ

“Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka Neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.”

(QS. Fatir 35: Ayat 36).

 

وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَا  ۚ رَبَّنَاۤ اَخْرِجْنَا نَـعْمَلْ صَا لِحًـا غَيْرَ الَّذِيْ كُـنَّا نَـعْمَلُ ۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ النَّذِيْرُ ۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu. (Dikatakan kepada mereka), Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun.”

(QS. Fatir 35: Ayat 37) .

 

INTROSPEKSI DIRI : Itu liat orang yang di Neraka minta dibalikin ke dunia untuk lakukan amal soleh, TENTU TIDAK BISA karena sudah ALLAH SUBHANNA WA TA ALA panjangkan umur nya tapi tidak fungsional tegakkan hukum islam, degan SEGALA HORMAT YANG TINGGI sebagai contoh alm Habibie, pernah RI 1 di Indonesia tapi TIDAK SEMPAT BERLAKUKAN / TEGAKKAN HUKUM ISLAM, juga Soekarno, Suharto dan Gusdur, perlu di ingatkan pula Megawati,SBY dan JKW,Mereka mengharapkan kemulyaan bahkan minta masuk Surga ???

Tidak mungkin jika tidak MEMULYAKAN ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA, UKURAN MEMULYAKAN NYA ADALAH BERLAKUKAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA,YANG MANA DASAR NEGARANYA TUHAN YANG MAHA ESA ( PASAL 29 AYAT 1 ) TUHAN YANG DI MAKSUD YANG ESA ITU ALLAH ( LIHAT MUKADIMAH UUD 45 ALINEA KE 3 ) LOGIKA BERIKUTNYA KITA SEMUA TAHU BAHWA ALLAH SUBHANNA WA TA ALA PUNYA HUKUM NAMANYA HUKUM ISLAM, LALU SIAPA YANG WAJIB MENEGAKKAN HUKUM ISLAM TSB ? JAWABNYA PRESIDEN RI DAN DPR RI ( PASAL 5 AYAT 1 JO PASAL 20 DAN 21 UUD 45 ) ITULAH SEBABNYA KITA TIDAK BOLEH PILIH PEMIMPIN YANG LEBIH UTAMAKAN KEKAFIRAN DARI PADA KEIMANAN JIKA KITA PILIH JUGA MAKA KITA SEMUA ZALIM (Q.S. 9 : 23).

KINI MARI KITA MANFAATKAN SISA UMUR KITA UNTUK MERAIH KEMULYAAN DLM HIDUP INI DENGAN CARA BERJUANG TEGAKKAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA, JIKA ADA YANG BUNUH KITA KARENA ITU MAKA MATI SYAHID, INSHAAALLAH SURGA BUAT KITA ( Q.S 3 : 142 JO 9 : 111 ) SEMOGA ALLAH AMPUNI DAN REDHAI JALAN HIDUP KITA DALAM BERJUANG MEMBELA AGAMA ISLA . AAMIIN YA RABBAL ALAMIIN.

INTROSPEKSI DIRI : Mari Jangan Sia – Sia kan umur kita, Siapkan DIRI, KELUARGA dan PERKADERAN UMAT SESUAI PERINTAH ALLAH DALAM FIRMANNYA SURAT AL ANFAL (8) AYAT 60, maka fokus perjuangan lewat KAPASITAS dan OTORITAS yang Kita miliki, TENTU DENGAN DI DASARI PANCASILA dan UUD 45, untuk menegakkan INDONESIA NEGARA TAUHID (SILA PERTAMA PANCASILA dan PASAL 29 AYAT 1 UUD 45) YANG KONSEKWENSI LOGIKA HUKUM nya MESTI BERLAKUKAN HUKUM ISLAM ( PASAL 29 AYAT 2 UUD 45), oleh karena itu jadilah kader atau pejuang ISLAM FUNGSIONAL . AAMIIN YA RABBAL ALAMIIN, SALAM TA’ZIEM, EGGI SUDJANA (Mantan Ketua Umum PB HMI MPO 1986 SD 1988).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *