oleh

Akhiri Hidup dengan Khusnul Khatimah

Jakarta, TribunAsia.com – Setiap manusia memiliki jalan hidup dan nasib yang berbeda, sebagian dianugerahkan nikmat lebih dari yang lain, akan tetapi bagaimanapun kondisi hidup manusia suatu saat akan mencapai ujung, ujung itu bernama kematian. Dalam konteks Islam setiap hamba Allah diwajibkan mengakhiri hidupnya di jalan Khusnul khatimah, mati dalam keadaan beriman kepada Allah SWT.

Petikan pernyataan di atas merupakan kalimat pembuka yang disampaikan Ustadz Abdurrahman saat membawakan materi khutbah di Masjid Al Hidayah Kembangan Jakarta Barat.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Dirinya mengingatkan agar manusia mempersiapkan dirinya menghadapi akhir kehidupan dengan cara terbaik yaitu Khusnul khatimah.

“Hanya ada dua pilihan, mati dalam keadaan beriman atau sebaliknya, mati dalam keadaan ingkar kepada Allah, seharusnya kita wafat dalam keadaan beriman, dalam kondisi khusnul khatimah,” ucapnya, Jumat (20/9).

Lebih lanjut dai kondang ini menjelaskan akhir kehidupan seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang dilakukanya semasa hidup, jadi Khusnul khatimah tidak datang begitu saja.

“Apakah nantinya kita khusnul khatimah itu sangat dipengaruhi dari apa yang kita lakukan hari ini, amal kita menentukan,” sambungnya.

Manusia sebaiknya sering meminta pertolongan dalam bentuk doa kepada Allah SWT agar disadarkan dalam kondisi khusnul khatimah.

“Minta dengan penuh kerendahan diri kepada Tuhan kita Allah SWT agar kita semua diwafatkan dalam kondisi khusnul khatimah,” serunya.

Baik atau tidak kehidupan alam kubur yang dialami seorang hamba sangat ditentukan dengan cara apa ia wafat.

“Kalau khusnul khatimah maka pasti tenang di alam kubur, tapi bila tidak maka akan sengsara di sana,” tutupnya. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *