oleh

Mencari Pemimpin untuk Pembangunan Depok Berkesinambungan

Depok, TribunAsia.com – Kota Depok perlu kebijakan publik yang berkesinambungan untuk pembangunan. Hal ini harus dilakukan oleh para pemimpin dari masa ke masa.

“Walau pemimpin Kota Depok yaitu Wali dan Wakilnya atau anggota DPRD silih berganti tetap harus memperhatikan cetak biru dari awal kota ini dirikan. Jadi kebijakan pendahulu dilanjutkan dan bila ada yang belum atau kurang diperbaiki. Tapi harus menjadi program pembangunan yang berkesinambungan. Sehingga tidak ada yang tambal sulam,” ujar Peneliti Sosial dari Program Vokasi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati dalam Diskusi Publik “Siapa Penantang Petahana di Pilkada Kota Depok 2020 dalam Perspektif Akademis, Politik, Pers, dan Masyarakat, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Hendrik Raseukiy.

Peneliti Sosial dari Program Vokasi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati. (Foto : Istimewa)

Sedang Pengamat Kebijakan Publik UI Lisma Manurung menyoroti masalah krusial perkotaan besar yaitu masalah lalu-lintas, sampah, dan perumahan, dan pendidikan. “Di antara sejumlah program pembangunan yang krusial empat ini untuk mengukur keberhasilan pembangunan. Jika ini baik maka dapat dinilai berhasil. Pemerintah dan Dewan juga perlu memanfaatkan keberadaan perguruan tinggi yang banyak di Kota Depok untuk menjadi sumber daya manusia,” Sebutnya.

Sedangkan Sukaimih Muslimin, seorang pengusaha dan warga Kota Depok mengingatkan perlunya penambahan gedung sekolah terutama SMA Negeri dan SMK Negeri “Semua kita harus memperhatikan masalah ini. Misal, masak ada kecamatan yaitu Beji tidak ada sekolah SMA Negeri atau SMK Negeri. Kalau soal lahan, pasti bisalah jika ada kemajuan,” sebutnya.

Ketiga senada berpendapat, terkait siapa sosok calon pemimpin di Pilkada 2020 harus diuji dengan gagasan yang implementatif dan dapat berkomunikasi dengan baik dengan pelbagai kalangan lainnya dengan program pembangunan. Pemimpin akan ditantang oleh kerja nyatanya kepada masyarakat.

Berkaitan dengan pilkada nanti dari perspektif pers atau wartawan Andi Sopiandi mengatakan semua figur politisi maupun tokoh masyarakat punya peluang yang sama. Peran pers adalah mengenalkan kepada masyarakat. “Pers punya peran langsung untuk menggali potensi calon pemimpin sehingga proses politik dapat terbuka kepada publik,” tutupnya. (HIR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *