oleh

Ingin Nikah Beda Agama, Sebaiknya Mikir Dulu

Jakarta, TribunAsia.com – Pernikahan adalah peristiwa sakral dalam kehidupan setiap orang, pernikahan memiliki posisi khusus dan istimewa bagi manusia yang menjalaninya, sebab sifatnya yang sakral maka pernikahan tidak boleh dilakukan begitu saja, butuh persiapan matang, salah satunya memilih calon pendamping tepat, butuh seleksi khusus dalam menjatuhkan kepada siapa hati akan berlabuh, urusan asmara terkadang tidak kenal sekat agama, banyak orang menjalin hubungan asmara dengan orang berbeda agama, lantas apakah hubungan itu layak dibawa ke jenjang pernikahan, sebaiknya berpikir panjang dahulu.

Pandangan di atas disampaikan Beni (29), kini Beni telah memperistri Wati (26), sebelum menikahi Wati, Beni pernah terlibat hubungan percintaan dengan perempuan yang berbeda keyakinan dengan dirinya, namanya Ester, saat itu Beni masih berusia 21 tahun sedangkan Ester di usia 20 tahun.

Saat itu hubungan keduanya terbilang serius, bahkan mereka sempat berencana membawa kisah kasih kasih keduanya ke jenjang pernikahan, akan tetapi rencana itu gagal terwujud, ada banyak hambatan yang membuat keduanya berpikir ulang.

“Nih gue mau saranin aja, bagi yang berpikir beda agama sebaiknya berpikir ulang, sebaiknya ngga usah, terlalu banyak hambatannya, bisa menderita nantinya,” jelasnya di Kantor KUA Kembangan Jakarta Barat, Rabu (18/9).

Berdasarkan pengakuan pria yang kini berdomisili di Kembangan Utara ini, penyebab ia membatalkan rencana nikah beda agama adalah pertimbangan keluarga dan lingkungan yang sangat tidak mendukung.

“Saat itu kami mikir, akan ada banyak orang marah dan merasa terhina bila kami memaksakannya, bukankah pernikahan itu mestinya bahagiain orang di sekitar kita, bukan justru sebaliknya,” imbuhnya.

Ia pun menyarankan agar siapa saja yang masih berpikir nikah beda agama agar membatalkan saja niatnya.

“Kalau mau nih gue saranin baiknya batalin aja deh niatan kayak gitu, masak diantara jutaan perempuan dan laki-laki yang seagama ngga ada yang bisa diajak nikah,” terangnya.

Niat nikah beda agama biasanya datang di masa labil, saat pikiran belum sepenuhnya memahami konsep rumah tangga.

“Kemauan kayak gitu muncul karena saat kita biasanya masih labil, melihat masalah hanya dari sisi ego pribadi,” ungkapnya.

Kini Beni hidup bahagia dengan Wati, meskipun belum dikarunia anak namun rumah tangga mereka berjalan harmonis, pasangan suami istri ini bisa saling melengkapi satu sama lain. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *