oleh

Penampakan Unik, Musholla Terapung di Waduk Ria Rio Pulomas

Jakarta, TribunAsia.com – Ada penampakan musholla terapung yang terlihat unik terdapat di Waduk Ria Rio Pulomas, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Musholla Al-Qaraba yang terdapat di permukaan air Waduk Ria Rio tersebut didirikan oleh pekerja harian lepas (PHL) UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup.

Ali Antonio selaku PHL mengatakan, musholla dibangun secara swadaya oleh rekan-rekannya sesama pekerja harian lepas. Diperkirakan pembangunan musholla itu rampung selama sekitar dua bulan dengan bahan dasar dari bambu.

Inisiatif tersebut bertujuan sebagai sarana tempat ibadah dengan memanfaatkan batang bambu sisa-sisa sampah yang berada di Waduk Ria Rio.

“Musholla dibangun kurang lebih ada setahun. Sebagai limbah sebagian dari warga setempat,” jelas pria yang mengenakan pakaian orange hitam kepada TribunAsia.com, Rabu (18/9/2019).

Pembangunan musholla dikerjakan secara gotong-royong dan sukarela oleh tim PJLP (penyedia jasa lainnya perorangan). Diketahui, Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air yang berada di Waduk Ria Rio Jaktim dibawah naungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

“Yang ngerjain gotong royong PJLP (penyedia jasa lainnya perorangan) ada sampai sebulan cepet sih kita gotong royong,” ungkapnya.

Namun demikian, ditambahkan Untung Siswoyo dirinya memiliki rutinitas di area Waduk Ria Rio tak lain membersihkan sampah serta memangkas tanaman liar.

“Membersihkan sampah waduk dan penyiraman taman sama pangkas rumput,” Untung Siswoyo.

Masih terkait Waduk Ria Rio, Abdul Fitroh menyampaikan khusus merawat taman dia bersama Tarmidi dan Hidayatullah tugas tersebut dimulai dari pagi hari hingga petang.

Dibantaran waduk, tim UPK Badan Air juga merawat tanaman jenis obat-obatan dan umbi-umbian. Kata dia, musholla tidak hanya dipergunakan untuk kebutuhan ibadah UPK Badan Air saja tetapi masyarakat umum diperbolehkan.

“Untuk orang umum (shalat) ini untuk tujuan bersama Pulo Gadung menjadi Icon. Penyiraman dua kali pagi sama pulang sorelah. Banyak sih umbi-umbian, ada tanaman obat-obatan binahong merah,” ujar dia. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *