oleh

ESPAS Fokus Perjuangkan Anggota Bantu Perekonomi Keluarga

Jakarta, TribunAsia.com – Emak-Emak Semok Pejuang Andalan Sejati Prabowo-Sandi (ESPAS) semakin eksis meski usia organisasi itu baru satu tahun tepatnya 17 Agustus 2018 terbentuk.

ESPAS lahir dari kepedulian kondisi politik bangsa yang semakin semrawut, bahkan menimbulkan perpecahan hal ini berdampak pada perekonomian

“Daya beli masyarakat yang terus turun yang kaya semakin kaya tidak peduli terhadap rakyat dibawah. Untuk itu ESPAS selain eksis dipolitik tak lupa juga untuk memberdayakan ekonomi rakyat melalui usaha rumahan UMKM) dengan mengadakan pelatihan ke berbagai daerah karena potensi ekonomi ada di desa-desa,”ujar Ketua Umum  ESPAS Dewi Herawati kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/09/2019).

Menurut Dewi, kata dia dalam waktu dekat ESPAS akan mengunjungi Lampung, Palembang dan Medan untuk ekspansi dibidang ekonomi ini salah satu tujuan jangka pendeknya meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.

“Kita akan terus bergerak ke berbagai daerah selain kota Sorong dan Jayapura yang sudah terbentuk juga ke daerah lain,” tandasnya.

Namun, tidak hanya ekonomi saja ESPAS pun terjun diranah sosial dan kemanusiaan. Seperti yang telah dilakukan, diutarakan Dewi ESPAS turun tangan ketika terjadi bencana alam di Banten dan bersentuhan langsung dengan para korban.

“ESPAS memberi bantuan kepada para korban hal yang dibutuhkan seperti bahan pokok, selimut dan makanan bayi dan lain-lain,” terang dia.

Lebih lanjut, Dewi mengatakan diusianya yang baru satu tahun, ESPAS berharap anggotanya tetap solid bergerak dan membuka jaringan dibidang ekonomi. Berbagai kegiatan untuk rakyat kecil sudah dilakukan ESPAS seperti memberikan pelatihan memasak, membatik, penyuluhan kesehatan, membuat sabun deterjen dan kegiatan lainnya.

“Di dunia politik kita bisa dan solid, maka dibidang ekonomi juga kita harus bisa. Oleh karena itu, mari terus semangat dan tetap berjalan. Insya Allah kami dalam waktu dekat akan ke daerah untuk membuka jaringan ekonomi,” tuturnya.

Seperti diketahui berawal dari gerakan mulut ke mulut sesama anggota ESPAS dilanjutkan dengan pembuktian dan menjalin komunikasi serta kekeluargaan.

Ditambahkan dengan niat yang tulus untuk mengabdi kepada negara, membela kedaulatan rakyat, dan mencintai NKRI, maka emak-emak harus berani dan mampu bergerak disemua bidang. Ia kembali merinci, dengan modal Rp 1 juta para anggota telah mampu menciptakan produk deterjen cuci untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kini ESPAS kewalahan menerima order pesanan barang tersebut. Kondisi ini membuatnya berinisiatif meningkatkan produktivitas kerja dan memperluas jaringan ke seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Dewi salah satu anggota ESPAS terbilang berhasil yaitu Farida, dia berhasil memproduksi Abon Ikan Tongkol dan Cake Singkong. Diikuti anggota yang lainnya, Dewi Susanti pun mampu menghadirkan produk makanan berupa bawang goreng mercon dengan aneka rasa.

Masih kata Emak-Emak, usaha kemandirian itu juga ditekuni Romlah yang yang dinilai cukup sukses menciptakan produk makanan berupa sambal ikan tongkol. Lain halnya dengan Ibu Sugiarti, dia sebagai koordinator penggerak pelatihan cara pembuatan deterjen dibilangan Tambun, Bekasi.

“Mereka-mereka inilah yang menjadi pembuktian bahwa anggota ESPAS mampu bergerak dibidang ekonomi,” terangnya.

Aderia Ines selaku Sekjen ESPAS mengungkapkan, program jangka pendek maupun jangka panjang telah disampaikan oleh Ketua Umum. Akan tetapi, untuk program jangka panjang ESPAS akan membentuk koperasi dan badan usaha untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Seperti apa yang dikatakan ibu ketua umum kita mempunyai program jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendeknya itu seperti apa yang telah di louching oleh Ibu Ketua seperti salah satu seperti abon ikan tongkol seperti produk cuci piring itu program jangka pendek dan untuk program jangka panjangnya kita kita akan buat koperasi dan badan usaha yang untuk mensejahterakan ekonomi rakyat kedepannya,” kata dia.

Saat ini, ditambahkan dia, berbagai latar belakang profesi tergabung didalam ESPAS dan yang teperting menurut Sekjen kerja kongkrit bukan pencitraan. Jika fokus dibidang tersebut, dia yakin akan menambah pendapatan keluarga, karena mendatang ESPAS akan bekerjasama dengan instansi swasta dan pemerintah.

“Dengan launching produk ini otomatis nantikan kedepannya akan masuk ke instansi-instansi, itu sepertinya kedepannya seperti itu. Instansi kepemerintahan-kan banyak bukan hanya ibu-ibu atau emak emak. Mereka juga aktif bukan hanya bekerja di yang PNS bukan hanya emak-emak bukan hanya sekedar selfie-selfie aja Ini loh tapi bisa menghasilkan seperti itu,” imbuhnya.

Perlu diketahui selama ini ESPAS sudah menghasilkan beberapa produk baik kuliner maupun non-kuliner diantaranya:

  1. Sabun cair cuci piring
  2. Produk Sprey
  3. Produk Bed Cover
  4. Travel
  5. Tas

Kuliner :

  1. Abon ikan tongkol
  2. Bawang goreng aneka rasa
  3. Sambal ikan tongkol
  4. Cake singkong keju
  5. Katering
  6. Aneka kripik
  7. Rendang Pedas
  8. Minuman Buah
  9. Sambal Kacang
  10. Gula P7
  11. Sambal Roa
  12. Sambal mustopa
  13. Piscok
  14. Aneka masakan rumahan
  15. Kue Kering.

Belum lagi, Ristiyanto salah seorang mitra ESPAS tak lain Dosen di UBK, dalam presentasinya menjelaskan, sebagai orang yang peduli terhadap kehidupan bangsa Indonesia, ESPAS berkomitmen memiliki program untuk memberdayakan bangsanya melalui bidang ekonomi yang diawali dengan membangun diri sendiri.

“Kita awali dengan apa yang bisa dikerjakan oleh Ibu ESPAS. Kemampuan yang ada di ESPAS sangat sayang jika tidak diberdayakan. Kita geser sedikit ke bidang ekonomi dan manfaatnya adalah silaturahmi tetap terjaga,” urainya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *