oleh

Batavia Drone Community Kopdar Bersama Komunitas Fotografer Bidik Objek Model Darah Muda

Jakarta, TribunAsia.com – Batavia Drone Community (BDC) melakukan collabs trik dengan kemampuan teknik skill fotografi. Dalam kesempatan kopi darat (kopdar) itu Sutenda menjelaskan, tidak hanya dituntut mengoperasikan drone yang terpenting mengetahui prosedur.

“Kopdar kali ini kita collabs trik pengambilan foto udara dan darat, mengingat keduanya membutuhkan teknik skill fotography. Untuk drone kita sharing tentang tata tertib dan aturan penggunaan drone yang baik sesuai regulasi yang ditetapkan oleh departemen perhubungan, salah satunya terbang tidak boleh di lokasi NFZ (no fly zone) dan ketinggian terbang maksimal hanya 150 meter dari permukaan tanah,” ujar Ketua BDC yang akrab disapa Om Kem, Minggu (15/9/2019).

Kata dia, kopdar biasa dilaksanakan dalam jeda waktu satu bulan sekali dilokasi yang berbeda-beda. Pengambilan foto melalui udara tersebut, dilakukan pada petang hari (sunset) dengan objek lanscape yang ditempatkan di Jakarta Garden City Jakarta.

“Foto darat kita siapkan model sebagai objek dan kita ambil beberapa spot yang ada di Food Garden City Jakarta, acara ini dikemas langsung oleh BDC,” jelas dia.

Perlu diketahui, Batavia Drone Community (BDC) itu sendiri telah menginjak usia kedua tahun dan tercatat sekitar 60 orang anggota. Maksud dan tujuan kopdar itu diutarakan Kem, untuk mengasah kemampuan foto didarat maupun diudara.

“Batavia Drone Community (BDC) sebagai komunitas yang baru lahir dan Desember nanti akan menginjak umur 2 tahun dengan jumlah anggota saat ini skitar 60 orang. Hampir mayoritas member BDC juga memiliki keahlian untuk foto darat, biasanya kalo ada job dari customer kita harus bisa menyajikan liputan udara dan darat, sehingga teknis pengambilan liputan darat juga harus menguasai,” ungkapnya.

Matahari terbenam menurut komunitas itu adalah momen yang dinanti-nantikan untuk fokus membidik objek disekeliling area Jakarta Garden City (JGC). Lebih lanjut, pria berpakaian hitam itu kembali memaparkan perihal kegiatan yang kerap dilakukan oleh komunitas drone dan hasil tersebut dishare kedalam group mereka. Adapun rangkaian kegiatan itu menjadi bahan evaluasi bersama dan mencari hasil-hasil objek yang terbaik.

“Biasanya kita kopdar sebulan sekali hanya fokus ke foto udara dan bisanya temen-temen lebih suka pengambilan objek di sore hari (sunset) dengan objek gedung atau foto landscape,” sambung dia.

Saat itu momen yang dipilih oleh mereka yakni membidik objek salah seorang model muda yang baru pertama mencoba terjun ke komunitas drone. Untuk, Nuna sendiri biasanya darah muda cantik itu berada didunia fotografi dan dia sering diundang dalam sesi foto dikomunitas lainnya.

“Makanya dengan event hari ini sengaja kita datangkan model sebagai objeknya, agar satu sama lain bisa saling sharing cara atau teknis pengambilan objek yang baik. Biasanya lebih sering ambil footage gedung, landscape kali ini model,” imbuhnya.

Namun demikian Kem turut menambahkan, dia bersama komunitas fotografi lainnya join bersama ketika kopi darat dan menyempatkan mengabadikan objek-objek yang dinilai menarik dilokasi tersebut.

“Kita gandeng juga photographer yang memang sudah terbiasa dengan model yaitu Lucky dari dunia fotograpahy untuk bisa sharing kepada member BDX yang lain,” tuturnya.

Sekilas tentang Nuna, dia mengatakan model yang mengenakan pakaian warna hitam itu hampir tiap bulan menjadi objek sang fotografer. Kali ini, BDC dengan komunitas fotografer melaksanakan pengabilan objek yang serupa dengan membidik model muda itu.

“Nuna sang model sendiri sangat antusias mengikuti sesi pemotretan, karena menurut dia belum pernah ketemu dengan komunitas drone. Biasanya diundang untuk sesi photo dengan komunitaa photography yang dilakukan biasa sebulan sekali,” terang Ketua BDC. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *