oleh

Pusat Pemerintahan Pindah, Menguntungkan dari Aspek Ekonomi ?

Jakarta, TribunAsia.com – Pusat Pemerintahan pindah ke Kalimantan dinilai sangat menguntungkan secara ekonomi. CEO Dinamika Utama Jaya mengatakan, untuk kemajuan pemerataan pembangunan menjadi suatu hal yang sangat diuntungkan bagi daerah tersebut.

“Kalau menurut saya dari aspek ekonomi itu menjadi tersendiri apapun yang menjadi program kerjanya Pak Jokowi kami sangat mendukung secara penuh dari jajaran benteng Jokowi untuk kemajuan dan pemerataan pembangunan,” kata Zaenal Aziz dihadapan wartawan, Senin (9/9/2019).

Ia mengungkapkan, “Sebetulnya itu jadi satu hal yang menguntungkan dengan direncanakannya pemindahan pemerintahan itu secara otomatis akan mengikuti sektor ekonomi baik pembangunan sarana dan prasarananya itu dan juga akan mengikuti menuju daerahnya tersebut itu,” ujarnya.

Zaenal Aziz pun menyampaikan, Pusat Pemerintahan nantinya berada di Kalimantan akan menguntungkan daerah tersebut. Dampak secara ekonomi, Kalimantan akan mengalami percepatan ekonomi baik mikro maupun makro. Seperti diketahui, kata dia lambannya perekonomian di Kalimantan saat ini didominasi bidang pertambangan.

“Nah itu menjadi suatu momentum yang mana Kalimantan untuk daerahnya sendiri bergeraknya lamban karena faktor pertambangan, otomatis pasti akan bergerak secara ekonomi mikro dan makronya bisa dibayangkan,” tandasnya.

Lebih jauh, aparat pemerintah serta keluarganya dipastikan akan berpindah ke Kalimantan dan secara otomatis faktor ekonomi lainnya akan mendukung seperti industri menengah maupun UMKM.

Kemudian, lokasi Kalimantan tersebut memiliki kapasitas dan kapabilitas yang potensial dan telah direncanakan sejak lama untuk penataan kota.

“Karena kalau kita lihat daerah yang kapasitas dan kapabilitas ini ketersediaan lahannya salah satu potensial karena saat ini dengan sudah kondusifnya pertambangan tidak seperti dulu lagi. Bisa di rencanakan reklamasi untuk penataan tata kota,” terangnya.

“Misalkan 1 orang pegawai itu akan bergerak ke daerah baru pasti akan berkembang 1, 2 atau 3  dalam artian 1, 2 dan 3 itu akan bergerak anak dan istrinya. Itu belum lagi faktor ekonomi pendukung dengan penyebaran UMKM dan industri menengah termasuk operasi dan lainnya itu sangat sangat relevan,” sambung dia lagi.

Seiring dengan kemajuan teknologi, UMKM diharapkan dapat beradaptasi dengan perkembangan digital yang kini memasuki era industri 4.0 dan perlu persiapan pendidikan dalam menghadapi persaingan di Kalimantan.

“Kalau dari sisi kami UMKM kita sudah hampir 357 kabupaten/kota kita juga sudah perpoin ke UMKM digital dalam 1-2 tahun kedepan era sudah 4 poin. Sedangkan negara maju sudah 5 poin terutama kesiapan kerja baru seperti digital. Kendala, salah satu kita bth peningkatan kalau (dipulau) Jawa pendidikan sudah cukup, kalau didaerah mungkin cerita umum kualitas pendidikan jauh seperti di Jawa,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, diperkirakan akhir tahun 2019 CEO Dinamika Utama Jaya akan melaounching Silider Gas Komposit Petroleum Cecair (LPG) setelah melakukan kunjungan kerja ke Seoul Korea, Korea Selatan.

Mendatang, pihaknya akan konsen memproduksi silider gas petroleum cecair (LPG) komposit, ACGAS dengan kapasitas 3-6 kilogram di Indonesia dengan kemasan fiber yang ketahanannya terjamin.

“Kalau tabung gas yang baru ini dari komposit seperti fiber, tabung ini sangat aman kalau terjadi kebakaran sangat aman hasil tesnya di Korea tes bakar juga ketahanan beda,” sebutnya.

Adapun perbedaan bahan bakar gas itu dengan tabung 3 kilo gram yang beredar dimasyarakat diantaranya dari segi material dan segi keamanan. Namun demikian, pendistribusian ACGAS itu sendiri akan dilakukan secara bertahap dan telah beredar dipasaran hingga kapasitas 50 kilogram.

“Kalau tabung steel terjadi pemuaian kalau panas, komposit ini karena fiber hanya kebakar saja tapi tidak meledak dan kita sudah tes sangat aman. Dipabrikasi oleh BUMN di Bandung,” lanjutnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *