oleh

Pemilik Rumah di Pademangan Menangkan Gugatan Melawan Sudin Citata Jakut

Jakarta, TribunAsia.com – Pemilik rumah dan bangunan di Pademangan Jakarta Utara memenangi Gugatan di PTUN Jakarta. Dalam akhir sidang tersebut, tim Majelis Hakim Tata Usaha Negara menilai prosedur yang dilakukan Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Kota Jakarta Utara dianggap cacat hukum saat melakukan pembongkaran rumah warga.

“Intinya cacat hukum, harusnya ada peringatan 1, 2 dan 3. Dia (Sudin Citata) hanya satu. Letaknya di Jalan Pademangan antara hook Pademangan 6 dan Pademangan 8 dipersidangan,” jelas pemilik rumah, Idham Qrida kepada wartawan di Rawamangun Jakarta Timur, (10/9/2019).

Bersama Setianingsih SH MH serta Prili SH, Idham mengatakan berhasil membatalkan surat perintah pembongkaran bangunan rumah miliknya oleh Sudin Citata Jakut. Dengan demikian, permohonan Penggugat dikabulkan oleh PTUN Jakarta.

“Yang disampaikan hari ini surat permohonan kami dikabulkan untuk membatalkan surat perintah bongkar,” kata dia.

Tak lupa dia menyampaikan rasa terimakasih kepada PTUN Jakarta dan Penasehat Hukum yang telah mengikuti perjalanan sidang dari awal hingga akhirnya permohonan tersebut dikabulkan. Idham berharap, mendatang rumah serta bangunannya memperoleh izin mendirikan bangunan (IMB).

“Saya berterima kasih terutama hakim dan kepada kedua penasehat hukum saya tentunya kepada media media yang telah membantu kami,” ungkapnya.

“Jadi berterima kasih dan senang kemenangan ini bukan hanya untuk kami atau saya saja kemenangan warga sebanyak 15 rumah. Itu mudah-mudahan kita mendapatkan izin mendirikan bangunan seperti yang dinikmati warga-warga lainnya,” paparnya.

Berbeda dengan Sudin Citata Jakut, pihaknya akan menempuh banding setelah Hakim PTUN mengambulkan permintaan Penggugat. Akan tetapi, dikatakan Tri semua bukti-bukti terkait pembongkaran rumah warga di Pademangan Jakut telah disampaikan di persidangan.

“Pasti akan banding, engga akan saya sampaikan kan sudah jelas di persidangan untuk umum kalau saudara mengikuti pasti sudah tahu jalan-jalannya. Semua bukti-bukti sudah saya sampaikan,” ujar pegawai Pemda DKI Jakarta.

Lebih lanjut dia menegaskan, “Dasarnya dari putusan kita menolak, karena kita menolak putusan kita mengajukan banding kita-kan dipihak yang kalah,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *