oleh

Jalur Akademisi, Capim KPK Buat Makalah SP3 di Ruang Rapat Komisi III DPR-RI

Jakarta, TribunAsia.com – Calon Pimpinan KPK yang tidak lain adalah Dosen dari Universitas Jember Jawa Timur membuat makalah di Ruang Rapat Komisi III DPR-RI Senayan, Jakarta. Di depan Komisi III, Nurul Ghufron mendapat tugas makalah tentang Pemberian Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

“Saya menyampaikan bahwa penghentian penyidikan itu adalah mekanisme yang alami dalam sebuah sistem. Itu tidak mesti setiap penyidikan akan berakhir dan menghasilkan berkas perkara berupa tuntutan dan pemeriksaan di sidang,” kata Ghufron, Senin (9/9/2019).

Menurut dia, peradilan pidana yang tidak selalu menghasilkan sebuah kasus, SP3 dikatakannya bagian dari sistem niscaya. Karena, didalam sistem peradilan pidana berbasis kepada Pancasila yang religius.

“Sehingga di hadapan kami SP3 atau penghentian penyidikan itu adalah sistem yang niscaya, karena sistem peradilan pidana kita adalah sistem yang berbasis Pancasila, yang religus,” tutur Capim KPK.

Sekedar informasi, draf RUU Nomor 30 Tahun 2002 berkaitan tentang Komisi Pemberatan Tindak Pidana Korupsi didalam terdapat SP3. Namun, KPK berwenang menghentikan penyidikan dan penuntutan perkara korupsi dalam batas waktu satu (1) tahun.

Lebih lanjut dalam ayat 2, penghentian penyidikan dan penuntutan nantinya harus melaporkan kepada dewan Pengawas KPK dan laporan tersebut dilakukan dalam tempo satu pekan terhitung sejak dikeluarkannya SP3.

Dari keseluruhan Capim KPK nama-nama diantaranya sebagai berikut :

  1. Alexander Marwata (Komisioner KPK).
  2. Firli Bahuri (Anggota Polri).
  3. I Nyoman Wara (Auditor BPK).
  4. Johanis Tanak (Jaksa).
  5. Lili Pintauli Siregar (Advokat).
  6. Luthfi Jayadi Kurnaiwan (Dosen).
  7. Nawawi Pomolango (Mantan Ketua PN Jaktim).
  8. Nurul Ghufron (Dosen).
  9. Roby Arya Brata (PNS Sekretariat Kabinet).
  10. Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan).

Perlu diketahui, 10 Capim KPK mengikuti proses fit and proper test atau uji kelayakan dan masing-masing dari mereka diberi tugas untuk membuat makalah oleh Komisi III. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *