oleh

Trans Studio Bandung Minta Diskon 40% Pembayaran Kompensasi PHK Sepihak

Jakarta, TribunAsia.com – Sidang Mediasi atas kasus PHK sepihak yang dilakukan PT Para Bandung Propertindo/Trans Studio Bandung kepada Branding dan Sponsorship Manager, Victor B terus berlanjut.

Victor mengatakan “Pada sidang mediasi ke 2 di Disnaker DKI Jakarta, Senior Manager HRD Trans Studio Bandung Irfan D Mohamad justru meminta diskon 40% dari kompensasi yang seharusnya saya terima Rp.132.500.000 menjadi hanya sekitar Rp 79 juta. Aneh sekali padahal sesuai nota laporan pemeriksaan yang dikeluarkan pengawas ketenagakerjaan Kementrian Tenaga Kerja RI 2 minggu lalu,” kata dia kepada TribunAsia.com, Senin (9/9/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Namun ditambahkan dia, “Perusahaan bayar penuh sisa gaji saya sampai Januari 2020 yang akan datang sesuai amanat pasal 62 UU No.13 Tahun 2003 tentangketenagakerjaan. Kami juga mendapat info dari Staff Kemnaker RI bahwa Trans Studio akan patuh pada perintah nota tersebut dan tidak ada kalimat kami akan negosiasi,” jelasnya.

Sementara itu Pengacara Victor, Amriadi Pasaribu SH mengatakan, ” Kami tidak habis pikir bagaimana Trans Studio Bandung yang merupakan anak perusahaan milik CT Corp dimana Chairul Tanjung merupakan orang terkaya nomir 5 di Indonesia versi Majalah Forbes dengan total asset Rp 51,8 Trilyun justru berusaha melakukan negosiasi jauh dari peraturan yang ada di Indonesia. Ini sangat menggelikan,” ungkapnya.

Padahal, Direktur Utama PT Para Bandung Propertindo, Dony Oskaria telah hubungi klien kami agar kasus ini cepat selesai.

“Apabila persoalan ini tidak di patuhi oleh Perusahaan, maka kami akan bawa ke jalur hukum yang lebih tinggi lagi yaitu Pengadilan Hubungan Industrial, sesuai UU ketenaga kerjaan harapan menang sangat terbuka lebar, dikarenakan berdasarkan nota pengawas kementrian RI dan anjuran Disnaker DKI,” tegas tim Kuasa Hukum.

Apalagi saat itu, menurutnya terdapat unsur dugaan pidana juga, yaitu Penggelapan yang dilakukan Direktur Keuangan PT Para Bandung Propertindo, Yaya Sukaryadi yang sudah ditangani pihak Kepolisian.

“Haruskah kami bersurat dan menemui langsung ke Bapak Chairul Tanjung agar membereskan kasus ketenagakerjaan di Trans Studio Bandung,” imbuh dia kembali.

Di akhir wawancara Victor berujar, “Jelas kami menolak nego seperti itu, karena kami telah menjadi korban dan sejak April 2019 kami telah melakukan pengaduan ke Kemnaker RI, Disnaker DKI Jakarta serta Kantor Imigrasi. Dimana bos yang memecat saya GM Trans Studio Bandung yang sejak 2 bulan terakhir dipindahtugaskan menjadi GM Trans Studio Cibubur bernama Daniel Duijm Melghior Honore alias Daan Duijm merupakan WNA Belanda,” tuturnya.

Terlebih, hal ini disampaikannya jelas bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan dimana Tenaga Kerja Asing tidak boleh terlibat dalam hal kepegawaian.

“Pada akhirnya kami bersedia nego sedikit saja diangka 110 hingga 120 juta. Terimakasih kepada Mediator Disnaker DKI, Pak Anas dan Pak Bintang, semoga di mediasi ketiga pada 10 September 2019 dapat segera selesai dengan perjanjian bersama,” urainya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *