oleh

Kisah Teladan Tahajjud

TribunAsia.com

Oleh : Eggie Sudjana

Ikhwah fillah! Kisah Teladan.

Di zaman Nabi Musa AS, ada sepasang suami istri yang hidup dengan penuh kemiskinan dan mereka menghadapinya dengan penuh kesabaran.

Suatu ketika, tatkala mereka beristirahat, sang istri bertanya kepada suaminya:

Wahai suamiku, bukankah Musa adalah seorang Nabi…?”.

 

sang suami menjawab :

Ya, benar.

Sang istri berkata lagi:

Kenapa kita tdk pergi saja kepada-nya utk mengadukan dan memintanya agar ia berbicara kepada Robb-nya..? Agar Dia Menganugerahkan kepada kita kekayaan”.

 

Akhirnya mereka mengadukan kemiskinannya kepada Nabi Musa AS, lalu Nabi Musa Menghadap Alloh SWT dan Menyampaikan keadaan keluarga tersebut, dan Alloh SWT berfirman kepada Musa:

Wahai Musa, katakanlah kepada mereka, AKU akan Memberikan kepada mereka kekayaan, tetapi kekayaan itu AKU berikan hanya satu tahun dan setelah satu tahun, akan Aku kembalikan mereka menjadi orang miskin lagi.

Lalu Nabi Musa menyampaikan kepada mereka bahwasanya Alloh telah Mengabulkan permohonan mereka, dengan syarat kekayaan itu hanya satu tahun lamanya.

Dan mereka menerima kabar tersebut dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan.

Beberapa hari kemudian datanglah rizqi yang melimpah dari jalan yang tak diketahui darimana arahnya dan merekapun menjadi orang terkaya pada saat itu.

Keadaan merekapun berubah dengan kekayaan yang melimpah.

Lalu sang istri berkata kepada suaminya:

Wahai suamiku, selama setahun ini kita akan memberi makan orang2 miskin dan menyantuni anak2 yatim mumpung kita msh punya kesempatan, karena setelah setahun kita akan kembali miskin”.

 

Sang suami menjawab:

Baiklah, kita akan menggunakan harta ini utk membantu orang2 yang membutuhkannya”.

Kemudian mereka membantu orang2 yang membutuhkan dan membangun tempat2 singgah para Musafir, serta menyediakan makan gratis bagi orang yang membutuhkan.

Setelah satu tahun berlalu, mereka masih tetap sibuk menyediakan makanan sampai mereka lupa bahwasanya sdh setahun lebih mereka menjadi orang kaya dan mereka lupa bhw akan kembali menjadi orang miskin.

Nabi Musa pun heran melihat keadaan mereka yang tetap kaya, kemudian Nabi Musa bertanya kepada Alloh SWT:

Ya Robb, bukankah Engkau berjanji Memberikan mereka kekayaan hanya satu tahun saja, kemudian setelah itu Engkau akan kembalikan mereka pada kemiskinan seperti semula..?”.

 

Alloh-pun berfirman:

Wahai Musa, AKU telah Membuka satu pintu rizqi kepada mereka, tetapi mereka membuka beberapa pintu rizki untuk hamba2-KU”

Wahai Musa, maka AKU Titipkan lebih lama kekayaan itu pada mereka”

Wahai Musa, AKU sangat Malu jikalau ada Hamba-KU yang lebih Mulia dan lebih Pemurah dari Pada-KU”

Nabi Musa menjawab:

‎سبحانك اللهم ما أعظم شأنك وأرفع مكانك

Maha Suci Engkau Ya Alloh Yang Maha Mulia lagi Maha Penyayang”

 

Pesan Moral..!!

Jangan tanyakan nikmat mana lg yang belum kita dapatkan, tp tanyalah lagi nikmat mana yang belum kita syukuri dan blm kita infakkan.

Kita sering lupa bhw nikmat karunia Alloh itu hanyalah titipan yang bisa diambil oleh-Nya kapan saja DIA mau ambil.

Taqobbalallahu minna wa minkum.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *