oleh

Intropeksi Diri : Penyakit Sombong Terselubung

TribunAsia.com

Oleh : Eggie Sudjana

Seorang pria yang sedang bertamu di rumah seorang KETUA ORGANISASI tertegun heran,  ketika melihat Sang KETUA sedang sibuk bekerja sendiri menyikat lantai rumahnya sampai bersih.

Pria itu bertanya:

Apa yang sedang Anda lakukan Pak  KETUA ?

 

Pak Ketua menjawab dengan Tersenyum :

Tadi saya kedatangan tamu yang meminta nasihat.

Saya berikan banyak nasihat yang bermanfaat.

Namun, setelah tamu itu pulang saya merasa jadi orang hebat.

Kesombongan saya mulai muncul.

Oleh karena itu, saya lakukan  PEKERJAAN INI untuk membunuh perasaan SOMBONG itu.

RASULLAH MUHAMMAD SAW MEMBERIKAN BATASAN SOMBONG adalah PENYAKIT HATI yang sering menghinggapi kita semua, melalui 2 hal pokok yaitu 1. MENOLAK KEBENARAN , 2. MERENDAHKAN ORANG LAIN .

Siapa saja dan apapun statusnya, orang awam atau TOKOH AGAMA bisa juga dihinggapi penyakit sombong ini.

Bahkan di kalangan para PENCERAMAH , USTADZ , PENDETA dan  PENGKOTHBAH pun,  benih-benih kesombongan kerap muncul tanpa mereka sadari.

 

Ditingkat ke-1:

SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR MATERI, di mana kita merasa :

~ Lebih kaya,

~ Lebih berkuasa,

~ Lebih tinggi jabatan,

~ Lebih rupawan &

~ Lebih terhormat daripada orang lain.

 

Ditingkat ke-2 :

SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR KECERDASAN, kita merasa :

~ Lebih rajin

~ Lebih pintar

~ Lebih kompeten

~ Lebih berpengalaman

~ Lebih berwawasan dibandingkan dengan orang lain.

 

Ditingkat ke-3:

SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR KEBAIKAN, kita sering menganggap diri kita:

~ Lebih bermoral

~ Lebih pemurah

~ Lebih banyak amalnya

~ Lebih bersemangat berjuang dan beribadah

~ Lebih banyak kontribusinya untuk umat.

~ Lebih besar dari orang lain berdasarkan apa yang sudah dicapai, seraya meremehkan orang lain dengan menganggapnya orang kecil.

~ Lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik…., Semakin Tinggi tingkat KESOMBONGAN kita, semakin sulit pula kita mendeteksinya.

SOMBONG karena MATERI mudah terlihat.

Namun,

SOMBONG karena PENGETAHUAN, apalagi SOMBONG karena KEBAIKAN,SULIT DILIHAT.

Karena, ….

seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

Cobalah setiap hari kita melakukan INTROSPEKSI diri.

Kadang kita butuh orang lain utk mengintrospeksi diri, kita juga butuh kritikan dan masukan dari orang lain.

Mari kita sadari bahwa setiap hal yang baik, yang bisa kita lakukan itu semua adalah karena izin dan pertolongan ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA  saja, sebaliknya jika dapat musibah itu pun karena ijin NYA ( Surat At Tagabun ayat 11 ) . Oleh karena itu

hendaklah kita banyak bersyukur kepada-Nya.

Semua itu adalah KARUNIA  dan ANUGERAH-NYA.

KESOMBONGAN hanya akan membawa kita pada KEHINAAN DIRI dan KEJATUHAN yang mendalam SERTA TDK AKAN MASUK SURGA NYA .

Tetaplah BERSABAR , TAWAQAL dan RENDAH HATI.

Ketika lahir, dua tangan kita kosong, ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong…

Waktu datang kita tidak membawa apa-apa, waktu pergi kita juga tidak membawa apapun.

Jangan sombong karena kaya, pintar  dan berkedudukan, jangan minder karena miskin dan rendah, bukankah kita semua hanyalah tamu didunia ini, pada waktunya kita pulang keakherat dan semua milik kita hanyalah titipan dari ALLAH  SUBHANNAHU WA TA ALA  yang se waktu2 diambilNya !

TETAPLAH RENDAH HATI dan TAHU DIRI  seberapapun tinggi kedudukan kita.

TETAPLAH PERCAYA DIRI seberapapun kekurangan kita.

HANYA SATU KEPUNYAAN KITA yang bukan pinjaman, yang akan kita bawa kemana pun kita pergi, yaitu IMAN , TAQWA dan AMAL SHOLEH  . SALAM TA’ZIEM , EGGI SUDJANA.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *