oleh

Gus Windu el-Hasmary : Perceraian Tidak Serta Merta Memisahkan Anak-Anak dan Orang Tuanya

Jakarta, TribunAsia.com – Masjid Umar bin al-Khattab Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur menggelar Kuliah Subuh. Sabtu (7/9/2019). Penceramah dalam Kuliah Subuh itu adalah Gus Windu el-Hasmary Pimpinan Majelis Ta’lim Bahrul ‘Ulum.

Dalam ceramahnya, Gus Windu menyampaikan pentingnya menuntut ilmu. Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim.

“Apabila kita berangkat menuju majelis ilmu maka kita lebih baik dari mengerjakan 1000 rakaat shalat sunnah. Itulah dahsyatnya kita menuntut ilmu alias belajar agama alias mengaji. Dengan mengaji kita dapat memahami dan mengerti ajaran-ajaran Islam. Sehingga kita dapat menjalankan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya, tidak melenceng,” tegas Gus Coy sapaan akrab Gus Windu.

Sebagai salah satu contoh yang diuraikan oleh Gus Windu adalah dalam hal terjadinya Perceraian. Terkadang, bila terjadi sebuah perceraian, orang tua saling menjelekkan satu sama lainnya didepan anak-anak mereka. Bahkan, yang sangat memprihatinkan adalah memisahkan dan menjauhkan anak-anak dari orang tua nya.

“Sebuah Perceraian tidak serta merta memisahkan anak-anak dengan orang tuanya. Sungguh sangat disayangkan bila terjadi perceraian, Sang Istri menjelekkan mantan suami kepada anak-anaknya agar anak-anaknya membenci ayah nya. Begitu juga sebaliknya. Hal itu tak bisa terjadi bila kita belajar alias mengaji. Disitulah pentingnya belajar Islam. Agama harus menjadi Tuntunan bukan Tontonan. Agama lah yang bisa menyelamatkan kita baik didunia sampai akhirat kelak,” tambah Gus Windu, Dai gaul yang juga Tokoh Masyarakat Jakarta Timur.

Ketua DKM Masjid Umar bin al-Khattab Ajat Sudrajat mengatakan bahwa Kuliah Subuh yang diadakan setiap hari sabtu minggu pertama setia bulannya ini merupakan salah satu program kegiatan Masjid yang berlokasi di Jalan Bekasi Timur IX Kelurahan Rawa Bunga Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur.

“Kami banyak melaksanakan kegiatan-kegiatan rutin, seperti Pengajian Umum untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu, Pengajian untuk Anak-anak, Belajar Marawis dan banyak kegiatan lainnya. Itu semua dilakukan tak lain untuk syiar dan dakwah Islam,” imbuh Ajat Sudrajat. (TWK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *