oleh

Semangat Pantang Menyerah Guru Mutiara

Bogor, TribunAsia.com – Sekolah Dasar Negeri Mutiara merupakan sekolah yang terletak di Kabupaten Bogor, guru-guru sekolah ini punya kisah tersendiri yang unik dan menginspirasi, khususnya terkait perjuangan panjang tanpa kenal lelah memajukan sekolah dari segi infrastruktur, orang sering menyebut kualitas pendidikan adalah hal utama, akan tetapi lupa bahwa kualitas yang baik perlu ditunjang infrastruktur yang layak.

Ada kisah pilu yang pernah menyelimuti SDN Mutiara, dulu para siswa terpaksa belajar di tenda darurat, gedung sekolah yang biasa mereka tempati belajar rubuh, kondisi bangunan memang sudah sangat rapuh, di bagian ini kisah inspirasi muncul dari para guru.

Sejak rubuhnya gedung sekolah, para guru langsung melakukan berbagai upaya mendatangkan bantuan guna pembangunan sekolah, semua cara prosedural mereka tempuh, termasukasukkan proposal bantuan kepada Pemda Bogor, namun semuanya berujung nihil.

“Proposal kita masukkan ke pemerintah tapi tak kunjung ada hasil,” kenang Basri, Guru SDN Mutiara, Jumat (6/9).

Meskipun sudah berkali-kali berusaha tanpa hasil, semangat mereka tidak luntur, mereka tetap meyakini akan ada waktunya bantuan turun, sehingga harus terus dilakukan, perjumpaan dengan KOPEL, sebuah NGO yang saat ini konsen mendampingi sekolah rusak di Bogor, merubah persepsi para guru tentang cara advokasi yang semestinya dilakukan.

Mereka kemudian menempuh beragam cara, tidak lagi hanya mengandalkan jalur prosedural. Dialog dengan DPRD dilakukan, komentar media dimasifkan, tekanan kepada pemerintah kian digencarkan.

Dengan menempuh berbagai cara advokasi bukan berarti bantuan langsung turun, mereka masih harus menunggu, bersabar dan terus berjuang.

“Bantuan memang tidak langsung turun saat kami merubah model advokasi, tapi paling tidak kami menjadi jauh lebih semangat dari sebelumnya,” terangnya.

Setelah berjuang tanpa henti, bantuan dari pemerintah untuk SDN Mutiara cair akhirnya cair, pembangunan dilakukan dengan sangat transparan hingga tuntas, saat ini anak sekolah kembali belajar dalam ruangan. Murid-murid harus selalu ingat, dibalik indahnya gedung baru yang mereka tempati, ada cucuran keringat para guru yang berjuang tanpa henti mewujudkan bangunan tersebut. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *