oleh

Kelurahan Jatinegara Sosialisasikan Mekanisme Bantuan Sosial Terhadap Warga Miskin

Jakarta, TribunAsia.com – Kelurahan Jatinegara dan Suku Dinas Sosial Jakarta Timur sosialisasi mekanisme pendataan pemutakhiran data fakir miskin dan orang tidak mampu. Diketahui seluruh RT, RW dan LMK yang terdapat di Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Jumat petang Slamet Sihabudin menyampaikan dihadapan sejumlah pengurus lingkungan dalam rangka pendataan warga ekonomi lemah.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Dia menambahkan, keterbatasan informasi terkait bantuan sosial itu berdampak kepada warga sekitar. Lurah Jatinegara berharap, setelah tatap muka dengan pengurus RT dan RW diantara mereka dapat men-sounding kepada warga yang berhak.

(Foto : TribunAsia.com/Didi Wijayanto)

“Dalam rangka pendataan orang-orang tidak mampu. Pendataan tindak lanjut masih banyak warga kita yang harus dimasukkan kemarin masih banyak yang datang. Disini saya minta tolong kepada ketua RW karena ini instruksi agar masyarakat seneng karena kata Pak Gubernur maju kotanya bahagia warganyanya,” ujar dia ketika pemaparan bersama Sudin Sosial Jaktim, Jum’at (6/9/2019).

Kemudian, kata Slamet Sihabudin pendaftaran tersebut akan dimulai pada tanggal 9-13 September 2019 mendatang. Pengurus RT maupun RW dalam kesempatan itu mereka diberi blangko folmulir pendaftaran untuk warga yang dinilai tidak mampu.

Bukan hanya warga tidak mampu yang berhak berhak mendapatkan bantuan namun demikian, disabilitas pun turut masuk dalam kategori penerima bantuan tersebut. Ia mengatakan, dari pendataan yang terkumpul akan diverifikasi kembali.

“Pendaftaran 9-13 September blanko ini kalau bisa didata warganya untuk verifikasi awal untuk warga yang tidak mampu, nanti dikumpulkan mohon kerjasamanya. Nnti diverifikasi kita harapkan tahun ini warga kita tuntas,” tandasnya.

Djariah SE selaku Kasi Kesra Kelurahan Jatinegara turut menjelaskan, dengan informasi yang sudah diutarakan dapat di sampaikan ke warga sekitar.

Selain itu, Djariah berpesan kepada pengurus lingkungan untuk tidak memasukkan data tersebut terhadap familinya dan mengutamakan warga miskin.

(Foto : TribunAsia.com/Didi Wijayanto)

Didepan forum dia menginginkan kepada pengurus RT dan RW kedepan tidak ada lagi warga yang datang ke kantor Kelurahan tentang mekanisme pendaftaran bantuan Pemprov DKI Jakarta.

“Sebelumnya banyak warga yang datang kekelurahan jangan sampai nanti keluarganya diusulin. Nanti ada juga tim verifikasi dari dinas sosial,” ungkap Kasi Kesra.

Menanggapi sosialisasi oleh Sudin Sosial halaman dikantor Kelurahan Jatinegara, Puji Slamet menilai dapat membantu warga sekitar. Bantuin yang melibatkan pengurus RT dan RW itu dikatakan dia dapat terintegrasi dengan pihak-pihak yang berkompeten.

“Menanggapi tentang sosialisasi MPM, hal itu sangat membantu warga masyarakat yang benar-benar tidak mampu. Intinya harus tepat sasaran,” sebutnya.

Menurut dia, pengurus lingkungan lebih mengetahui kondisi yang terjadi di waega sekitar. Maka, kata Ketua RT 004 RW 07 dalam hal ini petugas Sudinsos Jaktim saling bekerja sama dalam penanganan masalah sosial di Jatinegara.

“Maka dari itu harus melibatkan RT dan RW yang notabene mengetahui secara langsung kondisi warganya. Dan harus ada kerjasama dengan dinas terkait yaitu bagian Dinsos,” tutur dia. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *