oleh

Guru Singgung Pemerintah yang Minim Bantuan

Bogor, TribunAsia.com – Sekolah dengan status negeri merupakan tanggung jawab langsung pemerintah, posisi mereka berbeda dengan sekolah swasta yang harus kreatif mencari sumber pendanaan sendiri, sebab berada di bawah kontrol pemerintah selayaknya sekolah negeri rutin mendapat bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah, tetapi faktanya tidak seperti itu, ini sangat dirasakan SDN Cipinang 2 Kabupaten Bogor, hingga ambruknya gedung sekolah bantuan dari pemerintah tidak kunjung turun, pihak sekolah akhirnya melancarkan protes dengan cara mereka sendiri.

Saat ini kondisi SDN Cipinang 2 sudah pulih, gedung sekolah yang runtuh berhasil dibangun kembali, namun bantuan itu semuanya didapatkan dari pihak ketiga, bantuan pemerintah tidak sedikitpun yang turun.

“Kami punya cara sendiri memprotes Pemda, kami buat prasasti lalu diatasnyankami tulis semua pihak yang menyumbangkan bantuan, harapannya kalau pemerintah datang mereka tidak bisa lagi asal mengklaim bahwa ini bantuan mereka,” ucap Erni, Guru SDN Cipinang 2 sambil berkelakar, Kamis (5/9).

Saat bangunan roboh pihak sekolah sudah bermohan ke dinas terkait agar mendapat bantuan perbaikan gedung, namun tidak pernah ada respon serius yang ditunjukkan Dinas.

“Kita sudah berupaya, bermohon ke dinas tapi hasilnya nihil, hanya janji tanpa realisasi,” sebutnya.

Robohnya gedung turut mempengaruhi minat orang tua mengirim anaknya ke SDN Cipinang 2.

“Saat gedung roboh jumlah siswa yang diterima berkurang, bagaimana tidak orang tua pasti tidak tertarik memasukkan anaknya ke sekolah yang gedungnya roboh,” terangnya.

Erni berharap ke depan pemerintah lebih peka, memprioritaskan bantuan kepada sekolah yang memang membutuhkan.

“Semoga lebih peka kedepannya, jangan sekolah yang masih bagus justru diberi bantuan sedangkan yang roboh dibiarkan,” tutupnya. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *