oleh

Butuh Uang Bayar Hutang Motif Pembunuhan Asbulloh oleh AM

Depok, TribunAsia.com – Polresta Depok tangkap AM (22) dan jadi tersangka pembunuhan dan merampok Asbulloh (37) karyawan Dagang Ayam Potong Di kota Depok. AM berdalih untuk bayar utang sebesar Rp4 juta. Antara tersangka dengan korban saling berkawan sejak tahun 2017.

Butuh uang untuk membayar hutang adalah motif pembunuhan karyawan dagang ayam potong di Kota Depok, Jawa Barat. Antara korban Asbulloh (37) dengan tersangka pelaku AM (22) sudah berkawan sejak tahun 2017.

Disebutkan Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah, di Mapolresta Depok, Jumat (30/8), tersangka AM mengaku sedang butuh duit uang membayar hutang untuk usaha lapak dagangnya yang bankrut.

“Sehingga, AM yang sudah tahu aktivitas keseharian temannya sebagai juru tarik uang bosnya daripada pedagang ayam. Tersangka pelaku ditangkap di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan,” ujar Azis di Mapolresta Depok, Jumat (30/8/2019).

Disebutkan, AM sudah merencanakan merampok dan membunuh korban. AM sudah membawa pisau. Ketika malam pembunuhan, Rabu malam, (28/8), tersangka yang dibonceng motor korban, mengajak kawannya ini melintas jalan sepi di Kampung Pulo Mangga, Limo dengan beralasan untuk mampir sebentar, mengunjungi pacar tersangka.

“Dalam perjalanan, di tempat sepi dan sudah larut malam, AM meminta Asbulloh menghentikan motornya. Pelaku berasal kencing. Ketika motor berhenti inilah, tersangka menikam berulangkali disekujur tubuh korban. Tersangka juga mengambil bongkahan pecahan tembok di tepi jalan menghantam korban,” ulas Azis Andriansyah.

Setelah itu, tersangka, meninggalkan korban, mengambil motor, satu ponsel, dan uang pada korban sekira Rp4,250 juta. Sedangkan tersangka sendiri, mengaku punya hutang kepada beberapa orang lain, sejumlah Rp.4 juta.  Namun, beberapa jauh kemudian, pelaku membuang motor korban ke Kali Krukut sebab dia ingin uang saja dan berupaya hilangkan jejak.

Kepada penyidik, AM mengaku sudah membayar hutangnya tersebut. Tapi, penyidik Reskrim Polresta Depok akan menyelidiki lebih lanjut segala berkaitan dengan kasus ini.

Kemudian, akibat ulahnya ini, disebut Kapolres, tersangka mendapat ancaman hukuman seumur hidup sampai hukuman mati. (HIR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *