oleh

Ketenagakerjaan, Trans Studio Bandung Dilaporkan ke TUV Rheinland Indonesia

Jakarta, TribunAsia.com – Trans Studio Bandung dilaporkan ke TUV Rheinland Indonesia karena banyaknya kasus ketenagakerjaan yang terjadi saat ini. Pihak yang melaporkan adalah korban PHK sepihak yang sebelumnya menjabat sebagai Branding dan Sponsorship Manager Trans Studio Bandung.

Victor B mengatakan mengatakan, “Langkah ini kami ambil karena setelah somasi dua kali ditujukan ke Presiden Direktur PT Para Bandung Propertindo, Dony Oskaria dan CEO Trans Studio, Budi Kaliwono tidak digubris sama sekali. Maka kami telah melaporkan sebelumnya ke Kementrian Tenaga Kerja RI, dimana Inspector Labour telah mengeluarkan nota agar Trans Studio Bandung membayar hak-hak ketenagakerjaan saya sebesar Rp.132.500.000,” kata mantan Manager Trans Studio Bandung kepada TribunAsia.com, Kamis (29/8/2019).

“Namun sampai dengan batas 5 hari kerja belum dipenuhi,maka kami inisiatif melaporkan juga ke TUV Rheinland, sebuah lembaga yang telah melakukan audit setiap tahunnya ke Trans Studio Bandung. Hal ini sangat penting karena begitu banyaknya kasus ketenagakerjaan yang terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu Pengacara Victor, Amriadi Pasaribu SH menambahkan ” Kami telah melayangkan surat kepada Bapak Nyoman Susila selaku Presiden Direktur TUV Rheinland Indonesia agar mensuspend atau mencabut Sertifikasi Standar Usaha Taman Rekrasi Trans Studio Bandung. Dimana hal ini selaras dengan ketentuan dari Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No.27 Tahun 2014 yang mengatur tentang Standar Usaha Rekreasi,” urainya.

Dimana tidak hanya SOP, tetapi juga aspek pengelolaan Sumber Daya Manusia. Poin- point pelanggaran Trans Studio Bandung yang dilaporkan ke TUV Rheinland tidak memiliki Perjanjian Kerja Bersama(PKB).

“Dan Peraturan Perusahaan tidak disosialisasikan secara menyeluruh ke karyawan, serta program penilaian kinerja karyawan yang sangat tidak jelas sehingga klien kami menjadi salah satu korban PHK sepihak,” ujarnya.

Di akhir wawancara Victor menambahkan, ” Terimakasih kepada Ibu Dian Soeminta selaku General Manager Sistem TUV Rheinland Indonesia yang telah menerima kami dan semoga ada tindak lanjut dalam waktu yang tidak terlalu lama,” sambung dia. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *