oleh

Jasa Ongkir Sabu-Sabu ke LP Cipinang Senilai Rp 5 Juta

Jakarta, TribunAsia.com – Jasa ongkos kirim sabu-sabu seberat 202,34 gram ke Rutan Cipinang senilai Rp 5 juta dari narapidana dibalik jeruji penjara. Seperti diketahui dari fakta persidangan, Aryo alias Meme diperintahkan untuk mengirim sabu-sabu ke rutan Cipinang atas inisiatif Rudy Halim dan Ramdani sebagai perantara penghubung Aryo alias Meme dalam melaksanakan tugas tersebut.

“Awalnya terdakwa Ramdani dan Rudy Halim (saksi), sama-sama sebagai napi lapas narkotika kelas IIA Jaktim. Rudy Halim bertanya kepada terdakwa Ramdani, apakah ada orang diluar lapas yang mau dijadikan kuda untuk mengambil sabu dengan ongkos sebesar Rp 5.000.000,” kata Hendrikus Eventius SH selaku tim kuasa hukum, Rabu (29/8/2019).

Namun, dijelaskan Hendrikus Aryo alias Meme yang sebelumnya dituntut selama 15 tahun kurungan badan dengan denda sebesar Rp 1 miliar dan subsider 6 bulan. Kini kliennya dijatuhi vonis selama selama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar. Duduk selaku JPU kala itu dihadiri Teguh Hariyanto, SH dan Majelis Hakim dipimpin Khadwanto, SH

“10 tahun denda 1 miliar subsider 4 bulan. Aryo alias Mame. Barang bukti 202,34 gram,” jelas dia.

Perlu diketahui, Ramdani dan Rudy Halim dalang dari pengiriman 200 gram lebih itu. Kemudian, kedua napi tersebut sempat menjadi saksi dalam persidangan terdakwa Aryo dipengadilan. Dessy Intan P. SH bersama Hendrikus SH turut mengatakan, kliennya terbukti atas kepemilikan sabu-sabu itu dan Aryo alias Meme dijerat Pasal 114 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1.

“Yang terbukti 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 UU RI tahun 2009 tentang narkotika ,” sebut Dessy kepada TribunAsia.com.

Terlebih, didalam agenda pleidoi Hendrikus berharap kepada Majelis Hakim untuk memberikan putusan yang ringan. Lebih lanjut, menurut tim Kuasa Hukum kliennya korban bandar narkotika kelas kakap yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur.

“Pledoinya meminta kepada majelis hakim agar memberikan putusan yang seringan-ringannya. Karena terdakwa pun adalah korban dari bandar-bandar besar, keadaan ekonomi yang menjerumuskan mereka,” turut dia kembali.

Sekedar informasi, pekan depan diagendakan terhadap Rudy Halim dan Ramdani akan dijadwalkan memasuki persidangan serupa terkait barang bukti sabu-sabu seberat 202,34 gram yang gagal masuk ke Cipanang. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *