oleh

Ribuan Umat Islam Antarkan Ust. Jafar ke Pemakaman

Yogyakarta, TribunAsia.com – Ribuan umat Islam ikut mensholatkan dan mengantarkan pemakaman jenazah Ustadz Ja’far Umar Thalib di Masjid Pesantren Ihya As Sunnah, Jalan Kaliurang KM 15 Dusun Degolan Umbul Martani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, Senin pagi (26/8/2019).

Jenazah Ustadz Ja’far Umar Thalib mantan Panglima Laskar Jihad ini disholatkan di masjid pesantren Ihya As Sunnah Dusun Degolan, Sleman, Yogyakarta.

Kemudian jenazah dimakamkan di sekitarnya yaitu di bagian samping atau utara Pondok Pesantren yang diasuh oleh Ustadz Ja’far Umar Thalib itu.

Ustadz Ja’far Umar Thalib meninggal dunia pada hari Ahad, 25 Agustus 2019 sekitar pukul 12.50 WIB di RS Harapan Kita Jakarta Barat, sebelum kemudian Jenazah Jafar Umar Thalib disemayamkan di Masjid Alfatah, Jatinegara, Kampung Melayu Jakarta Timur, lalu kemudian dibawa ke Sleman, Yogyakarta.

Riwayat Ringkas Ust. Jafar

Ustadz Ja’far Umar Thalib dikenal sebagai pendiri Laskar Jihad yang mengirimkan relawan untuk menolong umat Islam di Maluku saat terjadi konflik beberapa tahun lalu.

Pendiri Laskar Jihad Jafar Umar Thalib meninggal pada Ahad, 25 Agustus 2019. Jafar dimakamkan di Pondok Ihyaussunah, Degolan, Yogyakarta, Senin, 26 Agustus 2019.

“Tadi mulai pemakamannya jam 10.00 WIB,” ujar kuasa hukum Jafar, Mahendradatta, saat dihubungi, Senin, 26 Agustus 2019. Ia menuturkan, almarhum Jafar meninggal karena penyakit jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Jafar lahir di Malang, Jawa Timur, pada 29 Desember 1961. Dia pernah menempuh studi di Perguruan Al Irsyad dan LIPIA dan Maududi Institute di Lahore, Pakistan.

Namun, Jafar tidak menuntaskan studinya pada dua institusi yang terakhir disebut. Dia memilih mengangkat senjata melawan Uni Soviet di Afganistan pada 1987-1989.

Setelah sempat pulang ke Indonesia, Jafar kembali ke Timur Tengah pada 1991 untuk berguru pada sejumlah ulama. Pada 1993, Jafar kembali ke Indonesia dan mendirikan pesantren di Yogyakarta dengan nama Ihya’us Sunnah.

Pada 1999, dia memimpin Laskar Jihad di Ambon. Jafar dikenal sebagai Osama Bin Laden versi Indonesia karena terlibat dalam aksi konflik di Ambon pada 1999-2002. Ia pun pernah ditangkap berkali-kali, salah satunya karena menghina Megawati Soekarnoputri saat menjabat sebagai Presiden RI pada 26 April 2002 di Ambon.

Kasus terakhir yang menjeratnya terjadi pada tahun ini. Juli lalu dia divonis lima bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar karena kasus perusakan di rumah Henock Niki di Papua pada Februari 2019. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *