oleh

Tomi Patria-Siti Nur Azizah Siap Akhiri Dinasti di Pilkada Tangsel

Tangsel, TribunAsia.com – Beredarnya foto pertemuan antara dua bakal calon Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yaitu Tomi Patria Edwardy dan Siti Nur Azizah kini ramai di perbincangkan.

Terlihat dalam foto pertemuan tersebut keduanya kompak mengacungkan jari jempol dan tersenyum lebar seakan memberi sinyal kepada masyarakat Tangsel bahwa keduanya siap bersanding dan bertarung di Pilwakot Tangsel nanti.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Tomi Patria adalah putra daerah yang memerupakan Lurah Cipayung di Kecamatan Ciputat dan ketua Ikatan Pencak Silat Indonesi (IPSI)Tangsel sementara Siti Nur Azizah adalah putri dari Calon Wakil Presiden terpilih KH Ma’ruf Amin. Keduanya memang sama-sama gencar menjalin konsolidasi guna persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangsel di 2020 mendatang.

Saat di konfirnasi keduanya pertemuan itu benar tetjadi keduanya melakukan pertemuan pada Rabu malam 21/08/19 bertempat di Intermark Serpong.

“Kita bertemu, bersilaturahmi sambil berdiskusi, bertukar informasi. Pertemuannya santai saja, ringan. Kita sama-sama tahu keinginan masing-masing maju di Pilkada Kota Tangsel,” terang Tomi, di kawasan Ciputat, Jumat (23/8/2019) malam.

Tomy juga menjelaskan dalam pertemuannya dan saat berdiskusi diperoleh banyak kesamaan pandangan terhadap kondisi umum Kota Tangsel. Pada intinya, baik Dia maupun Siti Nur Azizah keduanya kompak dan berkeyakinan bahwa istilah dinasti harus segera diakhiri.

“Ada beberapa kesamaan, salah satunya beliau menyampaikan kepada saya, tidak menghendaki dinasti. Kalau bisa jangan dinasti, beliau ingin menghapus dinasti, itu pernyataan beliau,” jelas Tomi.

Meski begitu, Tomi dan Siti Nur Azizah mempersilahkan jika ada kandidat yang ditampilkan trah Atut-Airin dalam Pilkada Tangsel nanti. Hanya saja, dipastikan upaya itu akan berhadap-hadapan dengan komitmen keduanya yang ingin mengganti tradisi lama dalam kepemimpinan politik di Tangsel.

“Karena kan saya akan jadi kandidat, sehingga pasti akan menantang dinasti itu. Kecuali saya bukan kandidat, pasti hanya mengikuti saja. Baik saya maupun beliau, punya keinginan bagaimana membangun Kota ini kedepan dan memajukan masyarakatnya,” imbuhnya.

Diakui Tomi, pertemuannya dengan Siti Nur Azizah kemarin masih akan berlanjut pada pertemuan berikutnya selepas survei elektabilitas yang dilakukan masing-masing tim pemenangan. Disebutkan, September 2019 nanti akan berlangsung survei yang dilanjutkan penjajakan ke sejumlah partai politik.

“Nanti pertemuan berikutnya setelah survei, September,” ujar Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tangsel itu.

Tomi pun sempat berseloroh jika diduetkan berpasangan dengan Siti Nur Azizah. Dikatakannya, jika slogan putri Kiai Ma’ruf itu adalah Permata Tangsel yang bermakna Kota dengan segudang potensi dan kelebihan. Sedangkan untuk Dirinya slogannya adalah Patriot Tangsel, yang berarti pembela aspirasi masyarakat Tangsel.

“Beliau menyampaikan bahwa beliau adalah Permata Tangsel. Saya bilang, Permata Tangsel itu indah. Indahnya Permata Tangsel harus dijaga oleh Patriot Tangsel. Jadi Permata itu ada di bawah Patriot, artinya Patriot itu yang membawa Permata. Karena membawa Permata itu nggak bisa sembarangan, bisa rusak nanti Permatanya,” ucap Tomi sambil tertawa kecil.

Sementara terpisah saat dikonfirmasi ,Siti Nur Azizah menerangkan, bahwa pertemuan dengan Tomi Patria bersilaturahmi dan membicarakan masa depan kota Tangsel sebagaimana juga dilakukan terhadap calon dan kandidat lainnya. Walaupun dia tak membantah, ada obrolan ringan ke arah perhelatan Pilkada Tangsel nanti.

“Silaturahmi dan ngobrol ringan karna selama ini kenal hanya melalui gambar saja dan bunda perhatikan Pak Tomy orangnya baik suka canda,” Paparnya.

Ia juga menambahkan dalam pertemuan tersebut lebih membicarakan Tangsel ke depan yaitu untuk lebih baik lagi.

“kami berbicara lebih kepada visi besarnya agar kota Tangsel ke depan lebih maju dan lebih sejahtera lagi , Bunda lebih melihatnya pada semangat yang lebih konstruktif , kebersamaan dengan banyak tokoh yang ingin membangun kota Tangsel lebih maju dan sejahtera menjadi modal akselerasi tercapainya visi besar tersebut,” pungkasnya. (h3n)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *