oleh

Cerdas Finansial Sejak Dini Tim PM Vokasi UI Latih Anak SD Metode Monopoli

Depok, TribunAsia.com – Mengajarkan kecerdasan finansial anak sejak dini, delapan dosen dan dua belas mahasiswa Vokasi Universitas Indonesia (UI) melaksanakan program literasi keuangan anak melalui ‘Monopoli Cerdas Finansial’ kepada anak-anak sekolah Dasar di Kota Depok.

“Pendidikan literasi keuangan pada anak ini tidak haya mencakup pada pengenalan uang namun lebih jauh juga penanaman keuangan secara bijak dann mampu mengontrol pengeluaran keuangan dengan membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya sekedar keinginan,” Ketua Pengabdian Masyarakat Literasi Keuangan Anak, Yulial Hikmah, seperti dilaporkan TribunAsia (24/8/2019).

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Hikmah mengatakan program Program ini melibatkan 110 anak yang berasal dari Dua sekolah Dasar yaitu SDN Beji 2 dan SDN Pondok Cina 1 Depok. Dibagi dua kegiatan besar berupa sosialisasi dan wisata edukasi ke Bank Indonesia. Sosialisasi berupa berikan video animasi mengenai perbedaan keinginan dan kebutuhan, menabung, serta membuat anggaran.

Permainan monopoli versi anak yang diciptakan oleh tim pengabdi memiliki keunggulan yaitu membantu aspek perkembangan kecerdasan anak, psikomotorik halus, dan interaksi sosial. Monopoli ini, anak diajak untuk mampu memutuskan langkah ekonomi yang hendak mereka lakukan. Tim Vokasi UI memodifikasinya relevan dengan kehidupan dan aktivitas sehari-hari anak.

Literasi keuangan monopoli anak ini didesain untuk membedakan antara keinginan dan kebutuhan dengan bijak. Juga punya tantangan dalam bentuk permainan yang sesuai dengan dunia anak misalnya, untuk memutuskan apakah akan mengeluarkan uang untuk membeli voucher game online atau untuk membeli peralatan sekolah. Anak dilatih

agar dapat mengontrol pengeluaran keuangan dengan membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang hanya sekedar keinginan.

“Setelah permainan berakhir, tim pengabdi membagikan celengan untuk membuktikan peningkatan kecerdasan finansial pada anak-anak tersebut. Perolehan uang dari permainan monopoli tersebut dievaluasi dalam waktu dua minggu dengan menghitung jumlah uang monopoli yang diperoleh anak. Terdapat 60 anak dengan tabungan terbanyak yang dipilih sebagai peserta program kedua yaitu, wisata edukasi ke Bank Indonesia,” katanya.

Lanjut Yulial Hikmah, anak diberikan tanggung jawab untuk mengelola uang sendiri akan membantu proses pendewasaannya. Namun, banyak orang tua yang kesulitan menentukan besarnya uang saku yang harus diberikan kepada anaknya. Melalui permainan sederhana ini anak-anak akan mampu membedakan keinginan dengan kebutuhan serta membuat anggaran. (HIR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *