oleh

Salah Paham Kurir Pos, DPW SPPIKB : Ada Penurunan Upah Berbasis Item

Tangerang, TribunAsia.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Pekerja Pos Indonesa Kuat Bermartabat (DPW SPPIKB) Tangerang menyampaikan bahwa beberapa hari lalu sempat terjadi salah paham antara kurir (O-Rangers) dengan nanagemen Pos Indonesia.

Deny Imron menjelaskan duduk permasalahan tentang perubahan aturan upah yang diterima oleh O-Rangers atau kurir tidak sesuai dengan apa yang diterapkan oleh managemen PT Pos Indonesia yang terdapat di Tangerang.

“Kemarin sudah konfirmasi ada miss tentang perubahan mungkin diartikan ada kesalah pahaman tentang aturan pengenaan upah. Upah itu-kan berbasiskan item sehingga ada informasi ada penurunan kalau tidak salah berapa itu sekitar Rp 2200-an. Itu dalam proses sosialisasi,” ungkapnya kepada TribunAsia.com, Jum’at (23/8/2019).

Ia menambahkan, dalam proses sosialisasi yang dilakukan manajemen Pos tersebut tidak menemui kesepakatan baik dari kurir maupun kantor Pos Tangerang, sehingga menimbulkan ketidakpuasan terhadap kurir karena penurunan pendapatan mereka.

“Begini, itu-kan kebijakan perusahaan tentang kebijakan kemitraan basic-nya bukan pegawai tetapi kerjasama kemitraan jadi harusnya antara pekerja atau mitra yang bekerja dengan pihak perusahaan harus ada tertulisnya artinya tidak ada di tengah-tengah dan dirubah begitu,” papar Ketua DPW SPPIKB Tangerang.

Namun demikian, kata dia mitra telah diberi penjelasan dari pihak manejemen dan hal tersebut dibutuhkan penyelesaian berdasarkan ketentuan-ketentuan kontrak yang sebelumnya telah ada. Terlebih, Ketua DPW SPPIKB Jakarta, Bekasi dan Tangerang mengatakan ketidakpuasan para mitra (kurir) tentang kebijakan perusahaan tersebut masih berlanjut dengan audiensi.

“Hari itu mitra sudah diberi penjelasan oleh manajemen tetapi kan mereka ada ketentuan menyelesaikan sampai akhir bulan ketentuannya kontrak kontraknya. Kemarin itu berdasarkan informasi yang saya terima memang ada miss komunikasi yang tidak terselesaikan sehingga besok masih ingin beraudiensi begitu lho,” urainya.

Disamping itu, Nandy selaku Kepala Kantor Pos Tangerang menepis terkait aksi mogok yang dilakukan para kurir. Akan tetapi, menurut dia, beberapa hari lalu sempat terjadi keterlambatan karena ada rapat internal yang dilakukan bersama kurir (pengantar paket).

“Nggak ada, ada rapat pertemuan dari pagi sehingga mereka terlambat berangkatnya sekarang udah jalan udah nganter. Nggak ada yang mogok,” tandasnya.

Lebih lanjut, kata Kepala Kantor Pos sebelum rapat dengan manajemen dikatakan Nandy para kurir sempat berkumpul dan foto bersama. Masih dalam penjelasannya, usai rapat bersama dengan kurir tersiar kabar dimedia terjadinya pemogokan yang dilakukan pekerja pengirim paket di Tangerang.

“Saya kebetulan kepala kantornya , jadi disini tidak ada pemogokan, jadi ini kita rapat pagi-pagi mereka berangkat kemudian sebelum rapat mungkin mereka berkumpul dulu. Sebelum rapat ada yang moto dibilangnya mogok, tapi mana mogok ini jadi datang ke kantor sini tidak ada yang mogok,” paparnya.

Akhir kata, dia menyampaikan kembali, hanya saja pada kesempatan beberapa hari lalu yang dilakukan rapat bersama kurir (mitra). Kepala Kantor Pos Tangerang itu pun heran pemberitaan muncul di berbagai media terutama di Tangerang sendiri terkait mogok para pekerja Pos.

“Nggak ada (mogok) berjalan normal aja habis itu (rapat) mereka mengantar surat, ada juga salah satu di berita muncul juga di Tangerang ini saya juga bingung. Kenyataan nggak ada mogok salah komunikasi atau apa,” terangnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *