oleh

Tak Terima di PHK Sepihak, GM Trans Studio Bandung Dilaporkan ke Kemenaker

Jakarta, TribunAsia.com – General Manager Trans Studio Bandung yang berkewarganegaraan Belanda bernama Duijm Daniel Melghior Honore alias Daan Duijm melakukan PHK sepihak terhadap Manager Branding dan Sponsorship, Victor B. di Trans Studio Cibubur pada 9 April 2019.

Tidak diterima di PHK sepihak, Victor melaporkan mantan bosnya itu dan Manager HRD Trans Studio Bandung D. Mohammad Irfan ke Kementerian Tenaga Kerja RI, BPJS Ketenagakerjaan dan Kantor Imigrasi.

Kepada TribunAsia.com Victor mengatakan, “Kontrak kerja saya berupa PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) dari Januari 2019 sampai Januari 2020. Saya tidak pernah melakukan pelanggaran apapun. Justru insentif saya sebesar Rp 7 juta atas keberhasilan saya negosiasi top up deposit Ticket Trans Studio di Traveloka sebesar Rp 2 Milyar justru ditahan oleh Direktur Keuangan PT Para Bandung Propertindo, Yaya Sukaryadi. Selain itu gaji saya bulan April 2019 juga dipotong Rp 4 juta,” ungkapnya, Kamis (22/8/2019).

Kata dia, modus yang digunakan D. Mohammad Irfan dan Daan Duijm adalah memanggil Victor di ruangan yang tidak layak/masih proses finishing di Trans Studio Cibubur dimana mati lampu dan tidak ada AC. Kemudian, Daan Duijm memutuskan pemecatan dengan penilaian kinerja yang tidak objektif serta D. Mohammad Irfan mengeluarkan surat kesepakatan bersama PHK yang isinya justru membawa nama orang lain yaitu, Bambang Widiyanto sebagai GM HRD.

Sementara itu Pengacara Victor, Amriadi Pasaribu SH mengatakan, ” Kami sudah klarifikasi ke Pak Bambang Widiyanto di Trans Snow World Juanda Bekasi beliau menolak isi dari surat itu dan tidak ada perintah sama sekali darinya untuk PHK klien kami Saudara Victor. Justru Pak Bambang meyakinkan kami bahwa jabatan dia adalah GM HRD PT Trans Rekreasindo bukan PT Para Bandung Propertindo. Selain itu dia akan mengusulkan ke Manajemen agar D. Mohammad Irfan dikenakan Surat Peringatan sebagai Manager HRD Trans Studio Bandung,” jelasnya.

Selain itu, kami telah membuat pengaduan kepada Kementerian Tenaga Kerja RI, Kantor Imigrasi dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI karena klien kami berhak atas kompensasi sedikitnya Rp.132.500.000 yang terdiri dari sisa 9 bulan gaji, insentif yang ditahan dan gaji bulan April 2019 yang dipotong.

Di akhir wawancara, Victor mengatakan “Agar kasus ini segera selesai karena PHK sepihak tidak hanya menimpa dirinya tapi sedikitnya 3 Manager dan staff yang lain di Bandung. Harapan saya agar Pak Chairul Tanjung dapat bertindak atas banyak kasus ketenagakerjaan di Trans Studio Bandung atau Cibubur sehingga visi-misi CT Corp tidak hanya indah di atas kertas,” terangnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *