oleh

Waketum AMPG: Massa Penjaga DPP Golkar Bukan Kader AMPG

Jakarta, TribunAsia.com – -Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Novel Hilabi tak habis pikir dengan cara Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dalam mengelola partai. Setelah mengalami penurunan suara hingga 1,2 juta pada Pemilu 2019 lalu, Airlangga justru membuat kegaduhan dengan mengerahkan ratusan orang tak dikenal berseragam AMPG dengan dalih mengamankan kantor DPP Partai Golkar.

“Sebagai Waketum AMPG saya tahu pasti, orang-orang berseragam AMPG yang menjaga DPP Partai Golkar bukanlah anggota AMPG. Mereka jelas preman-preman yang diberi seragam AMPG. Tindakan seperti ini jelas sangat mencoreng nama partai dan hanya membuat kegaduhan baru,” tegasnya di Jakarta, Selasa (20/8).

Novel merasa malu atas tindakan pengerahan massa yang sama sekali tidak simpatik. Terlebih, pengurus pleno sebelumnya telah mengirimkan surat ke Ketum Partai Golkar mendesak segera dilaksanakan rapat pleno DPP, namun tidak direspon sama sekali.

“Yang seharusnya dipanggil adalah pengurus DPP untuk melakukan rapat pleno mengevaluasi mesin kerja partai. Bukan malah memanggil preman dan memberi jalan bagi perpecahan. Jika seperti ini terus caranya bukan tidak mungkin pengurus pleno juga menggeruduk kantor DPP,” tandasnya.

Novel menegaskan yang seharusnya dijaga adalah semangat juang Partai Golkar lima tahun ke depan. Mau kemana Partai Golkar melangkah, seperti apa roadmapnya, dan bagaimana memaksimalkan mesin kekuatan partai.

“Bukan malah mengirim preman seakan DPP  sedang dalam ancaman. Selama ini di kantor juga tidak pernah ada kegiatan kepartaian. Siapa juga yang mau mengancam keamanan. Jangan takuti kader dengan cara-cara premanisme,” tutupnya. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *