oleh

Informasi Perkembangan Papua Terbatas, Wasekjen Forkip Minta Kran Informasi dibuka Luas

Jakarta, TribunAsia.com – Wakil Sekretaris Jenderal Forkip, Leonardo Eko Wahyu Widhyat Moko sikapi kondisi perkembangan informasi yang terjadi di Papua. Atas kejadian tersebut, Leonardo menyayangkan lambatnya informasi yang diterima publik. Hal itu, disinyalir dilakukan oleh kebijakan pemerintah dan provider.

“Entah kebijakan pemerintah atau provider semua juga belom jelas, tiba-tiba down dan cuma Indihome itu pun setengah kapasitas sinyalnya,” jelas Wasekjen Forkip kepada TribunAsia.com di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Ia menambahkan, masyarakat luas berhak memperoleh informasi secara terbuka atas petistiwa yang terjadi di Timur Indonesia. Terlebih, dia menyampaikan jika informasi berjalan dengan lancar maka masyarakat dapat melihat perkembangan demokrasi melalui berbagai sarana seperti media online, sosial media dan media elektronik lainnya.

“Segala Informasi seharusnya terbuka sebagai peran serta masyarakat dalam menyaksikan dan melihat bagaimana tatanan demokrasi ini berjalan karena Informasi adalah salah satu pilar penegakan demokrasi itu sendiri,” ungkapnya.

Lebih jauh, dikatakan Leonardo, dengan keterbatasan informasi yang diterima publik terkait peristiwa kejadian di Papua tak jauh beda dengan negara Korea Utara.

“Kalau begini, apa beda kita dengan Korea Utara,” ujarnya.

Namun demikian, dia juga merasa simpati yang terdalam kepada masyarakat Papua apa yang telah terjadi belakangan ini. Wasekjen Forkip itu pun menegaskan, kejadian di Papua berbading jauh dengan derasnya mata uang AS dan kesejahteraan masyarakat disana.

“Pada kesempatan ini juga saya ucapkan simpati terdalam buat warga Papua. Sederasnya dollar yang mengalir ke Raja Empat tak diimbangi kesejahteraan masyarakat disekitarnya,” tuturnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *