oleh

Ceramah UAS : Ada yang Bertanya Soal Patung, Saya Jawab Sesuai Hadist

Medan, TribunAsia.com – Ribuan orang memadati Masjid Agung Medan untuk mendengarkan tausiah dari Ustad Abdul Somad, Selasa, (20/8). Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan wakilnya, Musa Rajekshah, pun hadir. Dalam ceramahnya, UAS begitu dia biasa dipanggil, mengatakan kekuatan sedekah akan banyak membawa kebaikan dan kesejahteraan bagi umat manusia.

Sedekah, kata dia, tidak membuat orang menjadi miskin atau kekurangan. Sebaliknya, mereka akan menerima lebih besar dari yang diberikan. “Kalau ada uang kita Rp1 juta, disumbangkan Rp 100 ribu, yang dibawa mati itu yang Rp 100 ribu. Sisanya tinggal di dunia. Makanya jangan takut tak dapat rezeki,” katanya.

Usai berceramah, UAS ditanyai wartawan soal video ceramahnya yang saat ini viral karena dituding menista agama dan sudah dilaporkan ke Mabes Polri. Kata Somad, dirinya sudah melakukan klarifikasi.

Ceramah yang dia sampaikan tiga tahun lalu itu untuk menjawab pertanyaan jamaah. Kembali ia menegaskan bahwa pengajian saat video itu diambil adalah acara tertutup. “Saya berceramah di dalam masjid, di tengah umat Islam. Ada yang bertanya tentang patung, saya jawab sesuai hadits nabi, dilaporkan…” katanya.

Abdul Somad mengatakan permasalahan yang dihadapinya saat ini tidak akan menghentikan tausiahnya. Salat dan zikir yang menguatkan dan menenangkannya, juga semangat dari orang-orang saleh dan peduli kepadanya. Untuk itu, dia berpesan agar umat Islam tidak terprovokasi oleh oknum-oknum tertentu dan menambah kisruh suasana.

“Umat Islam jangan terprovokasi. Pakar hukum akan melihat apakah Abdul Somad melangggar aturan. Mari kita bersikap adil, saya tak mau melibatkan orang banyak,” ujar dia.

Edy Rahmayadi yang ditanyai wartawan saat menghantarkan Abdul Somad ke mobilnya mengatakan, sedekah sangat penting dan menjadi bagian dari kehidupan manusia. Kalau seseorang meninggal dunia, amalnya putus kecuali doa anak soleh, ilmu yang bermanfaat, dan sedekah.

Disinggung alasan dirinya tidak memberikan kata sambutan pada tabligh akbar tersebut, Edy mengaku sengaja menolaknya. “Orang-orang sudah menunggu lama Ustad Abdul Somad,” katanya singkat.

Ketua panitia penyelenggara, Ramli Tarigan, mengatakan tabligh akbar yang sudah lama direncanakan itu diselenggarakan oleh Badan Kenaziran Masjid (BKM) Agung bekerjasama dengan panitia pembangunan Masjid Agung Medan yang Ketua Umumnya Edy Rahmayadi.

Menurutnya, acara ini kesempatan langka bagi umat Islam yang ingin berinfaq untuk pembangunan dan perluasan masjid. “Insya Allah berjalan sesuai rencana, acaranya berlangsung sukses,” kata Ramli. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *