oleh

10.765 Jemaah Haji Tiba di Indonesia

Jakarta, TribunAsia.com – Sebanyak 12.747 jemaah haji telah dipulangkan ke Indonesia. Jumlah tersebut berasal dari 31 kelompok terbang (kloter). Dari total 12.747 orang, jemaah haji yang sudah tiba di Tanah Air tercatat sebanyak 10.765 orang dari 26 kloter.

Demikian mengutip data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, Senin (19/8/2019).Kepulangan jemaah haji ini merupakan gelombang pertama, dari Bandara King Abdulaziz, Jeddah.

“Sekitar 10.000 jemaah sudah kita pulangkan ke Tanah Air. Sejauh ini lancar tidak ada masalah,” ujar Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah Arsyad Hidayat.

Meski lancar, dia mengaku sempat terjadi kepadatan pada fase awal pemulangan di Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Seperti kondisi yang terlihat di Terminal Haji.

Kepadatan terjadi terkait proses imigrasi. Namun, kondisi ini dinilai akan terurai dalam beberapa hari ke depan. “Masih bisa ditoleransi kepadatan yang terjadi,” dia menandaskan.

Jemaah haji yang akan kembali ke Indonesia melalui jalur Eyab. Darmawan/MCH. Dua kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia telah menikmati fasilitas layanan Eyab. Jalur cepat kepulangan bagi jemaah haji dari pemerintah Arab Saudi.

Kedua kloter tersebut, yakni Embarkasi Jakarta (JKS-4) yang berangkat pada Sabtu (17/8/2019) dan Embarkasi Surabaya (SUB-4) pada Minggu (18/8/2019).

Eyab hanya diperuntukkan bagi jemaah haji tiga negara, yakni Indonesia, India, dan Malaysia. Khusus Indonesia, hanya 16 kloter yang mendapatkannya dengan jumlah jemaah sekitar 7.000 orang.

Alhamdulillah (layanan Eyab) berjalan lancar,” ujar Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Arsyad Hidayat di Jeddah.

Dengan fasilitas Eyab, kepulangan jemaah haji lebih cepat dibandingkan dengan reguler. Saat tiba di bandara, jemaah langsung diarahkan ke tenda yang telah disiapkan Otoritas Arab Saudi.

Di lokasi ini, jemaah bisa duduk beristirahat dan menikmati fasilitas di tenda tersebut. Jemaah berada di lokasi ini sekitar 3 sampai 4 jam.

Kecepatan proses bisa dilihat saat jemaah haji melalui proses imigrasi. “Karena hanya cukup dengan pemeriksaan sidik jari, setelah itu bisa langsung ke ruang tunggu untuk kemudian diantar ke pesawat,” ucap Arsyad.

Dia menilai Eyab menjadi inovasi fasilitas yang baik. Ke depannya, diharapkan lebih banyak lagi jemaah haji yang bisa terlayani inovasi Eyab.

“Kita bisa dikatakan paling banyak (jemaah hajinya) dan Arab Saudi cukup mengapresiasi, mungkin melihat bahwa sistem pengelolaan haji kita cukup bagus, makanya kita dijadikan sebagai pilot project,” Pungkas Arsyad. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *