oleh

Klaim PDAM Raih WTP Meragukan

Depok, TribunAsia.com – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Asasta Kota Depok Hardiono mengklaim kinerja keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMN) ini sangat baik. Pasalnya, sudah diaudit oleh akuntan publik dengan beroleh predikat wajar tanpa pengecualian (WTP).

Disebutnya, dengan kata lain BUMD pemegang hak tunggal bisnis air konsumsi ini sehat dan menguntungkan.

“PDAM sudah diaudit oleh akuntan publik independen. Hasilnya  WTP. berarti keuangan PDAM dinilai sehat,” ujar Hardiono singkat kepada awak pers.

Dilaporkan TribunAsia, Selasa (13/8). Meski kesulitan menambah pelanggan baru, perusahaan plat merah yang direktori oleh Olik Abdul Holik yakin terus gencar melakukan ekspansi bisnisnya. Peremajaan pipa distribusi terus dilakukan walau pemasukan dari pelanggan baru belum sesuai harapan.

Alhasil,  dari kawasan bisnis di Margonda, hanya berhasil menggaet 20 persen pelanggan saja. Masih banyak, perusahaan besar seperti hotel, apartemen, restoran, dealer, dan bengkel mobil yang belum bersedia memakai air PDAM.

Demi agresi target 100.100 pelanggan baru, Pemkot Depok telah menyertakan penanaman modal yang bersumber dari APBD Depok ke PDAM sebesar Rp495 miliar. Dana ini yang semula direncanakan cair bertahap selama 5 tahun dari 2017-2022. Ternyata, pemutakhiran info, per  Juli 2019 malah sudah dicairkan sebesar Rp462 miliar. Hal ini diakui Kepala Bidang Akuntansi Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok Ahmad Karyawan.

“Untuk PDAM sudah dicairkan dana penyertaan modal sebesar Rp462 miliar. Pada Juli kemarin baru saja dicairkan kembali sebesar Rp100 miliar,” jelasnya.

Besar Pasak daripada Tiang

Kinerja Tirta Asasta ini dinilai buruk oleh Ketua Gerakan Masyarakat Pelestari Lingkungan Hidup (GMPLH), Jamal. Dia berpendapat Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) serius mengaudit perusahaan basah ini.

“BPK  segera mengaudit keuangan Tirta Asasta sebab, ada unsur dipaksakan pada semua proyek sejak 2017 sampai 2019. Apalagi alasannya, ya supaya para bos-bos bisa dapat komisi proyeklah dengan berlindung dibalik dalih suci supaya menjangkau semua lapisan masyarakat.

Padahal, sejak disahkan Perda Penyertaan dan Penanaman Modal  tahun 2016 sebesar Rp495 miliar. Pelanggan PDAM hanya bertambah rata-rata tiga ribu sambungan saja per tahun.

“Artinya selama  tiga tahun sejak itu pelanggan PDAM hanya bertambah sebanyak 9.000. Sedangkan dana penyertaan modal yang sudah dicairkan PDAM sebesar Rp462 miliar per Juli 2019. coba fikir, efektifkah dana yang Rp462 miliar itu? Kemudian, dari dana.Rp462 miliar  baru Rp245 miliar terserap. Lalu, yang Rp217 miliarnya kemana?” Sebut Jamal masygul.

Jadi, banyak pemasangan pipa ke perumahan tidak mencapai target peminat 20 persen. Contohnya, di perumahan Maharaja, Pancoran Mas ditempat tinggalnya Dirut PDAM saja, dari 2000 warga hanya 250 rumah tangga yang menggunakan air PDAM yaitu, kisaran 17 persen saja. Kemudian di perumahan Puri Insani, Grand Depok City cuman ada 1 pelanggan dibanding 200 rumah tangga yang ada padahal sudah  setahun lebih perumahan itu ada.

Dari sumber di PDAM Tirta Asasta mengakui,  banyak jaringan yang terpasang di perumahan tidak sesuai dengan harapan. “Padahal biaya pasang pipa kesana sudah berapa? Wajarnya minimal 35-40 persen lah yang pasang PDAM di tiap perumahan baru bisa balik belanja modal,” jelasnya.

Tahun 2019 ada tujuh perumahan yang sudah terpasang pipa distribusi dan siap untuk melayani sambungan rumah tangga. Lagi-lagi, bagian pemasaran kesulitan menarik minat warga perumahan beralih dari sumber air bor tanah kepada PDAM.

Rumor di kalangan warga, Ada kabar dana itu didepositokan oleh Dirut PDAM ke bank-bank pemerintah. Lalu kemudian untuk dipetik bunganya untuk dimasukkan sebagian untuk memenuhi target pendapatan PDAM per tahun.

Informasi yang TribunAsia kumpulkan, saat ini ada tiga belas perumahan sedang dalam pembangunan pipa distribusi dengan harapan dapat menarik animo masyarakat jadi pelanggan.

“Yang sudah ada saja susah jualannya. Ini mau pasang pipa lagi di 13 perumahan. itu di Maharaja saja, sudah lama perumahannya, masih belum maksimal. Kasihan, miliara anggaran terbuang sia-sia. perencanaannya bagaimana,” sebut sumber.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi awak pers.  Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok Olik Abdul Holik enggan berkomentar. (HIR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *