oleh

GMPLH : Dana PDAM Depok Perlu Diaudit Forensik

Depok, TribunAsia.com – Kinerja Tirta Asasta ini dinilai buruk oleh Gerakan Masyarakat Pelestari Lingkungan Hidup (GMPLH) sehingga perlu dilakukan audit forensik.

Dilaporkan TribunAsia.com, menurut GMPLH, auditnya bersifat proaktif maupun reaktif, artinya audit forensik digunakan untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan risiko terjadinya fraud atau kecurangan dan ketika ada indikasi awal terjadinya fraud.

“Menurut kami, parameter untuk diaudit forensik sudah ada. Maka dari itu, semua pihak, kejaksaan, kepolisian, pers, gerakan masyarakat, BPK, BPKP harus peduli dan mengawasi kinerja badan usaha yang mengurusi hajat hidup orang banyak ini,”

“Penyertaan modal yang sudah dicairkan PDAM sebesar Rp462 miliar per Juli 2019. coba fikir, efektifkah dana yang Rp462 miliar itu? Kemudian, dari dana.Rp462 miliar  baru Rp245 miliar terserap. Lalu, yang Rp217 miliarnya kemana?,” Sebut Jamal, prihatin.

Padahal, pelanggan PDAM hanya bertambah rata-rata tiga ribu sambungan saja per tahun. Jadi, tidak mencapai target peminat 20 persen untuk kinerja direksi seakrang.

“BPK  segera mengaudit keuangan Tirta Asasta sebab, ada unsur jor-joran pada semua proyek sejak 2017 sampai 2019. Apalagi alasannya apa? supaya para bos dapat fee proyek, berlindung dibalik dalih supaya menjangkau semua lapisan masyarakat,” ujar Jamal.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi awak pers untuk situasi BUMD sekarang ini,   Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok Olik Abdul Holik enggan berkomentar. (HIR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *