oleh

UI Gelar Maraton Mitigasi Kanak dan Perempuan dalam Bencana Alam dan ‘Bencana Hoax’

Depok, TribunAsia.com – Team Pengabdian Masyarakat Vokasi Universitas Indonesia (TPMVUI) melakukan program maraton mitigasi tentang kebencanaan alam di Indonesia. Ini sebagai upaya kesadaran di masyarakat mengenai antisipasi dan meminimalisir atau meniadakan korban dalam peristiwa bencana alam. Demikian dikatakan Peneliti Sosial dari Vokasi UI, Devie Rahmawati.

Dilaporkan TribunAsia.com, Rabu (13/8/2019). Kanak-kanak dan perempuan adalah kelompok beresiko tinggi korban bencana alam. Selain itu, hal yang menjadi bencana adalah berkembangnya hoax berkaitan dengan bencana alam.

“Tantangan  ini yang sering terlupakan bagaimana hoax menjadi ancaman bencana  baru dalam bencana. Karena dampaknya membuat masyarakat  tambah panik dan menjauh dari upaya bertahan hidup yang proporsional,” ujar Devie Rahmawati yang juga Pendiri Klinik Digital Vokasi UI,  Selasa (13/8/2019).

Dijelaskan Ketua TPMVUI Amelita Lusia, Maraton Migitasi Bencana Alam inii dimulakan dari Bali untuk para ibu dan pelajar tingkat sekolah dasar (SD).

“Mitigasi berupa terapi kejiwaan pascabencana. Akhir Juli kemarin di Bali yaitu bersama lebih dari 250 peserta di empat komunitas yang berbeda terdiri dari Warga Desa Amerta Bhuana, Siswa SD Tawakal dan murid dan ibu murid SD Al Azhar Syifa Budi. Sosialisasi ini menghadirkan empat pembicara yaitu Amelita Lusia, Devie Rahmawati, pengajar praktik Vokasi UI Reska Herlambang, dan Pemerhati Komunikasi Keluarga Lusi Bulur,” ujarnya.

Berbagai bencana yang terus terjadi, sering membuat tak sadar bahwa kita harus memperhatikan bukan hanya persiapan terkait hal material, tetapi juga persiapan mental dan moralitas.

“Oleh karenanya, di dalam keluarga harus sering melakukan dialog tentang banyak hal di meja makan, termasuk perihal bencana alam agar ketika kejadian luar biasa dan tiba-tiba tidak lagi mengejutkan masyarakat, terutama anak-anak dan perempuan,” ujar Lusi Bulur. (HIR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *