oleh

Hampir 200 Gram Sabu-Sabu Masuk ke Lapas Cipinang, 3 Terdakwa di Tuntut 15 Tahun

Jakarta, TribunAsia.com – Valdano Islami A, SH selaku Kuasa Hukum menjelaskan, kliennya dituntut 15 tahun karena mengelabuhi petugas Lapas dengan paket nasi padang yang berisi sabu-sabu. Bahkan, Ramdani dan Rudy Halim terpidana kasus narkotika kembali membuat ulah dengan memesan sabu-sabu dari Tangerang City.

“Masing-masing 3 terdakwa dituntut 15 tahun. Ario alias Mame, Ramdani dan Rudy Halim. Berat barang bukti 199.1007 gram sabu-sabu, 200 gram kurang,” kata Valdano kepada TribunAsia.com, Senin (12/8/2019).

Ario alias Mame diperintahkan dari jeruji besi Lapas Cipinang untuk mengambil pesanan yang tersedia di Tangerang City dan kemudian, dia mengirim sabu-sabu dengan aplikasi Gojek miliknya kepada Rudy Halim dan Ramdani.

Perlu diketahui, sebanyak 5 bungkus nasi padang yang berisi sabu-sabu diletakkan seseorang disela-sela pepohonan yang berada di Tangerang. Menurut tim Kuasa Hukum, narkotika golongan satu tersebut dengan berat hampir 200 gram dikendalikan oleh terpidana kasus narkotika.

“Dalam persidangan Ario pesen order Gojek untuk memesan nasi Padang 5 bungkus. Setelah itu diantaranya ke LP Cipinang yang ditujukan ke Ramdani dan Rudy Halim,” kata dia.

Ia menambahkan, pemilik aplikasi Gojek itu sebelumya tengah berada dirumahnya dan kemudian mendapatkan telepon dari Rudy Halim bersama Ramdani yang sedang menjalani hukuman di Lapas Cipinang untuk mengirimkan makanan.

Selanjutnya, Ario alias Meme pun mengambil barang tersebut yang berisi sabu-sabu didalam 5 kemasan nasi padang dan segera mengirim barang haram itu dari Tangerang City dengan aplikasi Gojek.

“Ario saat itu posisi dirumah, ditelpon sama Rudy, intinya begitu ketemu di Tangerang City. Saat itu dibawa nasi bungkus itu ada sabu-sabu dibawahnya,” jelas Valdo bersama Reza Dico Yuridisia SH dan Hendrikus SH yang mendampingi ketiga Terdakwa itu.

Kini, driver online yang mengantarkan paket sabu-sabu ke Kapas Cipinang itu saat ini dijadikan saksi dalam perkara narkotika di PN Jaktim. Untuk persidangan itu sendiri dipimpin oleh Khadwanto SH selaku Ketua Majelis Hakim.

“Driver Gojeknya dijadikan saksi nggak ditahan,” singkatnya di PN Jaktim.

Namun, selaku penutut umum dari wilayah Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dihadiri oleh Teguh Hariyanto SH duduk sebagai JPU dalam persidangan.

Oleh karena itu, masing-masing ketiga Terdakwa diancam dengan Pasal 114 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 Tentang Narkotika dan dari dakwaan berikutnya, mereka juga dikenakan Pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 Tentang Narkotika. (Dw)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *