oleh

Tidak Menggigit, Sidang Tahunan MPR RI Hanya Seremonial

Jakarta, TribunAsia.com – Terjadi pergeseran yang sangat signifikan ketika DPR dan Presiden bukan lagi menjadi mandataris MPR dan Sidang Tahunan diatur lewat Tatib no. 1/2014.Yang terjadi memang seremonial saja , jadi yang hadir di sana , bergaya, berjas, berdasi, apalagi kalau bukan foto-foto dan duduk mendengarkan Pidato Presiden dan hanya memang itu yang bisa dilakukan. Demikian disampaikan pakar komunikasi politik Universitas Bengkulu, Lely Arrianie.

“Mau dioptimalkan bagaimana, kenyataannya memang sidang MPR RI jadi ajang seremonial saja” jelasnya Senin (12/8).

Optimalisasi dalam kaitannya dengan sidang MPR RI seharusnya bukan dilakukan saat sidang, tetapi prosesnya jauh hari sebelum sidang.

“Jadi saya ingin membaca ke belakang,  bagaimana teman-teman di DPR dan DPD, yang notabene adalah anggota MPR ini, melakukan optimalisasi itu bukan pada saat sidang tahunan, tapi proses sebelum sampai ke sana” terangnya.

Lanjut Lely “Perjalanan panjang mereka menjadi wakil rakyat,  menjadi wakil daerah,  itu yang dibicarakan yang kemudian bisa menjadi beban pertanggungjawaban presiden, tetapi yang terjadi sekarang bukan itu” sambung perempuan yang juga merupakan Ketua Program Pasca Sarjana Universitas Jayabaya ini.

Pihaknya juga mengingatkan agar sidang MPR RI tidak hanya menjadi panggung depan, panggung yang mana hal tidak layak selalu disembunyikan.

“Kalau  Erving Goffman selalu  mengatakan  panggung depan adalah  sebuah wilayah panggung dimana prilaku tidak layak tidak boleh muncul. Jadi panggung depan memang harus seperti itu, jadi hanya perilaku yang layak saja, seremonial , yang muncul ditampilkan ke publik,  tidak ada perdebatan naik meja, lempar kursi itu nggak boleh terjadi” urainya.

Dia juga menyoroti model komunikasi politik dalam sidang tahunan MPR RI 2019 nanti yang menurutnya hanya bersifat satu arah.

“Ingat bahwa kita tak punya  model komunikasi politik,  satu-satunya model adalah tidak ada model tapi bukankah tidak ada model itu adalah model, model komunikasi politik kita bernama tidak ada model. Model komunikasi politiknya apa?  Linier, satu arah , presiden baca, nggak bisa membantah apa yang dikatakan presiden” ucapnya.

Model sidang tahunan MPR RI bisa saja dirubah menjadi lebih komunikatif, perubahan tersebut mensyaratkan perubahan tata tertib yang telah disepakati sebelumnya.

“Lalu harus merubah, maka harus merubah tatibnya, rubah dulu segala sesuatu yang menyangkut bagaimana tampilan dari sidang ini bisa dilaksanakan” tutupnya. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *