oleh

Yayasan Rumah Sakit Islam Bercahaya Berperkara dengan Fuad Bawazier di PTUN

Jakarta, TribunAsia.com – Yayasan Rumah Sakit Islam Bercahaya (Yasrusib) dengan Fuad Bawazier mantan Dirjen Pajak beperkara di PTUN Jakarta. Penggugat maupun Tergugat II menyiapkan beberapa orang saksi fakta.

Kuasa Hukum Tergugat II Intervensi H. Herman Kadir, SH MH mengatakan, keterangan yang disampaikan oleh saksi fakta dari penggugat itu malah menguntungkan pihak Tergugat II Intervensi.

“Justru saksi penggugat itu banyak menguntungkan kami dengan polosnya dia menjawab pertanyaan-pertayaan itu, Justru ya memang seperti itu apa adanya, dia terlalu polos. Karena orang kampung kali ya bicaranya jujur justru memguntungkan kami,” kata Herman di Jalan Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur, Jum’at (9/8/2019).

Saksi fakta yang di hadirkan oleh penggugat atas nama H.Muhaddin Dahlan, pensiunan Departemen Agama sekaligus pendiri Yayasan Rumah Sakit Islam Bercahaya (Yasrusib),  R. Iskandar, Pensiunan Menteri Agraria RI, sekaligus pengurus di Yasrusib dan Naimah SH MH (notaris).

Sementara dari pihak Tergugat II Intervensi menghadirkan H. Fuad Bawazier Mantan Dirjen Pajak di Era Orde Baru (Orba), dan Tribowo salah satu yang menjabat sebagai Direktur di Rumah Sakit Islam Fatimah di Cilacap.

Sidang yang dipimpin Andi Rahman beranggotakan Enrico Simandjuntak, dan Diah Widyastuti. Hanya informasi perkara No.63/G/2018/PTUN Jakata, antara Yayasan Rumah Sakit Islam Bercahaya (Yasrusib) sebagai Penggugat melawan Kementerian Hukum dan HAM RI sebagai tergugat dan H. Fuad Bawazier sebagai Tergugat II Intervensi.

Selama 3 tahun namanya yayasan mengevaluasi sesuai AD/ART 3 tahun dan dia dipindahkan ke Badan pengawas dengan pertimbangan tetap dapat gaji, kenapa pak Fuad diminta mengurus Yayasan ini karena sebelumnya di urus sama orang-orang ini banyak masalah pengurusan tidak benar takutnya kedepan bisa bangkrut ini yayasan,” pungkasnya.

“Maka dimintalah pak Fuad karena sebelum jadi pembina sudah berinvestasi itu permintaan oleh almarhum untuk jadi pembina, lalu di robah dan dibuat yang rapih faktanya sekarang maju dan berkembang,” terang Herman. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *