oleh

PSM Makassar, Pembuktian The Real Champion

TribunAsia.com

Final Piala Indonesia baru saja dihelat di Stadion Andi Mattalatta Makassar, hasilnya PSM Makassar keluar sebagai juara setelah menumbangkan Persija dengan skor telak dua gol tanpa balas. Bagi tim Juku eja, julukan PSM Makassar, tampil sebagai kampium juara Piala Indonesia memutus puasa gelar mereka setelah 19 tahun, hasil ini juga mengukuhkan persepsi yang berkembang di kalangan penggemar sepak bola tanah air yang sering menyebut PSM sebagai The Real Champion (juara sesungguhnya) istilah ini mulai melekat pada Juku Eja setelah persaingan ketat memperebutkan juara Liga I tahun kemarin.

Bagi PSM kemenangan di Piala Indonesia adalah kemenangan mental, betapa tidak saat menjalani turnamen Piala Indonesia mereka mengikuti empat turnamen sekaligus yakni Piala Indonesia, AFC Cup, Liga I, dan Piala Presiden. Bisa dibayangkan betapa besarnya energi pemain yang terkuras, wajar saat itu pelatih PSM Darije Kalezic menyebut timnya sebagai tim tersibuk di dunia, menurutnya belum ada dalam sepanjang sejarah sepak bola tim yang mengikuti empat turnamen dalam satu waktu kecuali PSM.

Tampil di empat kompetisi dalam waktu bersamaan sungguh merupakan ujian bagi PSM, setiap waktu rasa lelah menjadi momok bagi pemain, fisik mereka terkuras habis karena jadwal yang sangat padat, dalam sepak bola kelelahan menjadi faktor yang sangat dikhawatirkan pelatih, pemain berpotensi tidak bisa tampil dengan performa terbaik, kekalahan selalu mengancam, akan tetapi PSM mampu membuktikan mereka tidak mampu dikalahkan oleh rasa lelah, di AFC Cup PSM menjadi satu-satunya tim perwakilan Indonesia yang bisa menembus babak semi final setelah sebelumnya Persija tersingkir lebih dahulu, di Liga I performa PSM terbilang baik, dan di Piala Indonesia mereka mampu mengunci gelar juara, sebuah kemenangan mental yang layak diapresiasi.

Kedepan pengaturan jadwal Piala Indonesia perlu ditata lebih baik, Piala Indonesia kali ini berlangsung selama 1 tahun 2 bulan. Sungguh sangat panjang, bahkan merupakan kompetisi terpanjang di dunia, belum lagi jadwalnya kadang sangat mepet dengan jadwal Liga I dan AFC, hampir tidak ada waktu bagi pemain untuk proses recovery.

Sekali lagi selamat buat PSM Makassar, kalian benar-benar membuktikan diri sebagai the real champion, sebagai juara sejati, kalian telah menunjukkan spirit “ewako” khas Makassar, dan hari ini semua orang Makassar serta Sulawesi Selatan secara umum berikut penggemar sepak bola yang mendukungmu berdiri dengan kepala sangat tegak.

Penulis: Zaenal Abidin Riam (Penggemar Sepak Bola/Koordinator Presidium Demokrasiana Institute)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *