oleh

Perkara Ijazah Palsu STT Setia Selesai, JPU : Ernawati Simbolon Kooperatif Menyerahkan Diri

Jakarta, TribunAsia.com – JPU yang menangani perkara pemalsuan ijazah STT Setia mengutarakan, terpidana Ernawati Simbolon bersikap kooperatif ketika dieksekusi ke Rumah Tahanan Perempuan Klas 2B Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Kata Handri SH, penutut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim) proses eksekusi yang kedua berjalan dengan lancar karena Ernawati Simbolon sejak Senin pagi telah menyerahkan diri ke kantor Kejari Jaktim.

“Kebetulan dari pihak Ernawati sendiri kooperatif hari Senin pagi datang sendiri ke kantor untuk menyerahkan diri,” terangnya kepada TribunAsia.com di Rutan Pondok Bambu, Jaktim pada Senin petang (5/8/2019).

Ia menambahkan, kehadiran Ermawati Simbolon dijelaskan Handri SH dengan didampingi Donal SH selaku JPU sangat diapresiasi olehnya.

Baca Juga : Klien Diserahkan ke Rutan Pondok Bambu, Kuasa Hukum Terpidana STT Setia Siapkan Upaya Hukum 

Karena, sebelumnya salah seorang terpidana Matheus Mangentang perkara pemalsuan ijazah di Sekolah Tinggi Theologi Injilia Arastamar telah lebih dahulu dilakukan eksekusi ke Rutan Cipinang Jakarta Timur.

“Kita sangat menghargai kerjasama mereka. Dan akhirnya kita bisa melaksanakan eksekusi akhirnya kita melaksanakan eksekusi kedua terpidana,” ungkap dia.

Menurut JPU, disela-sela melaksanakan eksekusi kata Handri dalam proses hukum tersebut tidak ditemui perdebatan. Akan tetapi, hanya penafsiran yang berbeda dari materi isi putusan yang terdapat pada poin kedua.

Sekedar informasi, Ernawati Simbolon ketika dieksekusi ke Rutan Pondok Bambu dengan menggenakan kaos berwarna kuning dan berselendang dilehernya.

Baca Juga : Kejari Jaktim Berhasil Mengeksekusi Terpidana Pemalsuan Ijazah Palsu STT Setia

“Tidak ada perdebatan, itu mungkin tentang penafsiran yang berbeda bunyi putusan seperti itu. Putusan yang poin dua itu saja,” imbuhnya.

Lebih lanjut, penuntut umum mengurai dan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Namun, disampaikan Handri eksekusi terhadap pimpinan STT Setia yang berakhir ke Rutan Pondok Bambu itu saling memahami proses hukum yang sedang berjalan.

“Jadi soal perdebatan itu tidak perlu kita ini-kan. Terus mereka memahami posisi masing-masing,” singkat JPU. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *